detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 10:54 WIB

Penjelasan BMKG soal Gempa Bali M 5,8

Tim detikcom - detikNews
Penjelasan BMKG soal Gempa Bali M 5,8 Puing bangunan berjatuhan akibat gempa Bali (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Gempa bumi magnitudo 5,8 (sebelumnya dinyatakan BMKG M 6,0) yang mengguncang Bali dan sekitarnya membuat sejumlah atap bangunan roboh. Gempa disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, yang dilansir Antara, Selasa (16/7/2019).

Setelah dilakukan pemutakhiran data, kekuatan gempa menjadi magnitudo 5,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada kedalaman 104 km.



Gempa itu terjadi pada pukul 07.18 WIB dan dirasakan kuat hingga sebagian wilayah di NTB dan Jawa Timur. Gempa berkedalaman menengah tersebut, menurut hasil pemodelan BMKG, tidak berpotensi tsunami.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



"Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum warga kembali ke dalam rumah," ungkapnya.


Dampak Gempa M 6 di Bali, Genting SD dan Kantor Camat Rontok:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "BMKG: Gempa Maluku Utara Disebabkan Patahan Badan Lempeng Laut"
[Gambas:Video 20detik]

(rvk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com