detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 13:22 WIB

Jual Ribuan Pil Ekstasi, Bos Diskotek di Bali Tetap Dipenjara Seumur Hidup

Andi Saputra - detikNews
Jual Ribuan Pil Ekstasi, Bos Diskotek di Bali Tetap Dipenjara Seumur Hidup Willy dipindah dari LP Kerobokan ke Nusakambangan (dok.polres denpasar)
Denpasar - Mahkamah Agung (MA) menolak dan menguatkan hukuman penjara seumur hidup Abdul Rahman Willy. Bos Diskotik Akasaka, Denpasar Bali itu terbukti menjual 19 ribu butir pil ekstasi di diskotiknya.

Kasus bermula saat Bareskrim Polri mengendus pergerakan Dedi Setiawan dari Tangerang yang membawa 19 ribu butir pil ekstasi pada 1 Juni 2017. Penguntitan itu mengarah ke Willy, yang memesan barang setan itu. Willy akhirnya ditangkap di lobi Diskotek Akasaka, Jalan Teuku Umar, Denpasar, pada 5 Juni 2017 siang.

Willy akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pada 22 Februari 2018, PN Denpasar hanya menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Willy. Duduk sebagai ketua majelis I Made Pasek dengan anggota Novita Riama dan Esther Oktavi.

Atas hal itu, jaksa mengajukan banding. Pada 8 Mei 2018, Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar memperberat hukuman Willy menjadi hukuman penjara seumur hidup. Duduk sebagai ketua majelis Sutoyo dengan anggota banding yaitu Nyoman Sumaneja dan Hidayatul Manan.

Giliran Willy yang tidak terima dan mengajukan kasasi. Namun MA bergeming.

"Tolak," demikian bunyi amar putusan yang dilansir website MA, Jumat (12/7/2019). Perkara nomor 2091 K/PID.SUS/2018 itu diadili ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Margono dan Eddy Army.

Lantas di mana Willy sekarang?Kemenkumham memindahkan Willy dari LP Kerobokan dan menjebloskan Willy ke LP di Pulau Nusakambangan pada 27 Maret 2019.



Simak Video "2 Bandar Narkoba Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi di Pekanbaru"
[Gambas:Video 20detik]

(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com