detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 11:46 WIB

Laporan Dari Auckland

Menpar Bicara Pengembangan Infrastruktur-SDM untuk Pariwisata Pasifik

Tsarina Maharani - detikNews
Menpar Bicara Pengembangan Infrastruktur-SDM untuk Pariwisata Pasifik Foto: Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjadi salah satu pembicara kunci dalam tourism forum di Pacific Exposition 2019 (Tsarina-detikcom).
Auckland - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjadi salah satu pembicara kunci dalam tourism forum di Pacific Exposition 2019. Arief antusias menyambut gagasan kolaborasi di sektor pariwisata dengan negara-negara Pasifik.

"Semoga di akhir acara ini, kita dapat memberikan kontribusi positif untuk kerjasama timbal balik antara negara-negara Pasifik, sejalan dengan moto 'Towards One Pacific Destination', menuju satu tujuan Pasifik ini," kata Arief yang menjadi pembicara kunci dalam tourism forum di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Kamis (11/7/2019).

Ia pun mencontohkan kawasan ASEAN yang telah lebih dulu memulai gagasan destinasi pariwisata tunggal. Menurut Arief, ASEAN berhasil mewujudkan hal tersebut.

"Maka ASEAN juga melakukannya, dan sukses, mengembangkan paket produk destinasi bersama, promosi bersama, baik B to B, maupun G to G, antarnegara Asia Tenggara, termasuk sampai membangun SDM standar ASEAN," sebut dia.

"Untuk menjadi seperti ASEAN, kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan kekuatan destinasi wisata kita," imbuh Arief.

Arief melanjutkan, ada dua strategi yang bisa dicontoh dari ASEAN. Pertama, kata dia, adalah meningkatkan daya saing sebagai tujuan wisata tunggal. Berikutnya adalah memastikan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan inklusif.

"Meningkatkan daya saing berarti negara-negara akan berkolaborasi dalam upaya seperti mengintensifkan promosi dan pemasaran, diversifikasi produk pariwisata, menarik investasi pariwisata dan meningkatkan kualiatas SDM pariwisata, standar fasilitas pariwisata, dan pelayanannya," jelasnya.

"Memastikan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan inklusif, memerlukan beberapa tindakan, yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, sektor swasta dan sektor publik dalam pembangunan, memastikan keselamatan dan keamanan, memprioritaskan perlindungan dan pengelolaan situs warisan, dan meningkatkan upaya terhadap pelestarian lingkungan dan perubahan iklim," sambung Arief.

Menpar Bicara Pengembangan Infrastruktur-SDM untuk Pariwisata PasifikFoto: Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menjadi salah satu pembicara kunci dalam tourism forum di Pacific Exposition 2019 (Tsarina-detikcom).
Menurut Arief, sektor pariwisata Pasifik makin meningkat dan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dalam dekade mendatang. Ia menyebut pariwisata akan menjadi salah satu bidang kerjasama terpenting di negara-negara Pasifik dan akan dianggap sebagai pendorong sosial-ekonomi utama untuk pertumbuhan dan pembangunan.

Pernyataan Arief diamini Menteri Pariwisata Tuvalu, Taukelina Finikaso. Ia memaparkan kendala pengembangan pariwisata di Tuvalu yang disebabkan konektivas tidak memadai.

"Kami menghadapi tantangan di sektor pariwisata. Sebagai contoh, kita tertinggal dengan Fiji," kata Finikaso yang menjadi panelis dalam tourism forum.

Finikaso menjelaskan tidak ada penerbangan langsung ke Tuvalu. Untuk sampai ke Tuvalu, wisatawan harus melalui Fiji.

"Kami tidak ada penerbangan langsung, misal, dari Selandia Baru atau Australia ke Tuvalu. Satu-satunya jalan adalah melalui Fiji. Jadi kebanyakan calon turis kami akan memilih datang ke Fiji dan menghabiskan uang mereka di sana," papar Finikaso.

Dia juga mengakui negaranya tidak memiliki kemampuan pemasaran pariwisata yang baik. Selama ini, kata Finikaso, Tuvalu melabelkan diri sebagai negara yang fokus pada isu perubahan iklim.

"Kami mencoba mem-branding pariwisata kami berkaitan dengan isu perubahan iklim. Misal, jika turis datang ke Tuvalu, mereka bisa ikut berpartisipasi untuk menanam pohon mangrove," ujar dia.

Selain itu, Finikaso mengatakan isu pariwisata yang dihadapi negaranya adalah soal kebijakan pariwisata. Selanjutnya, dia menyebutkan persoalan terbatasnya moda transportasi di Tuvalu.


Karena itu, ia pun meminta bantuan dari Indonesia, Australia, dan Selandia Baru yang dinilai lebih berpengalaman. "Kami berharap bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari Indonesia, Australia, dan Selandia Baru yang berpengalaman dalam bidang ini," ucap Finikaso.

Tema yang digagas dalam diskusi pariwisata atau tourism forum ini adalah 'Towards One Pacific Destination'. Diskusi membahas mengenai pembangunan konektivitas dalam pariwisata, pengembangan brand Pasifik, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bisnis pariwisata.

Selain Tuvalu, turut hadir sebagai panelis di antaranya CEO South Pacific Tourism Organization Chris Cocker dan Direktur Carnival Australia Ann Sherry AO. Selain itu, juga hadir Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Budaya Kepulauan Solomon Andrew Nihopara dan Menteri Informasi dan Teknologi Samoa Rico Tupai.

Pacific Exposition 2019 digelar pada 11-14 Juli. Gelaran ini bertujuan untuk menjajal dan menguatkan kolaborasi pariwisata dan bisnis negara-negara Pasifik. Menurut agenda resmi, seremoni pembukaan digelar esok hari, Jumat (12/7) oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Simak Video "Menpar Tetapkan 5 Makanan Nasional Indonesia yang Harus Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]

(tsa/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com