detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 17:15 WIB

Surati PN Jaksel, Pengacara Minta Hakim Praperadilan Kivlan Zen Diganti

Yulida Medistiara - detikNews
Surati PN Jaksel, Pengacara Minta Hakim Praperadilan Kivlan Zen Diganti Kivlan Zen (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta mengaku sudah mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait permintaan pergantian hakim yang menangani gugatan praperadilan kliennya. Tonin kecewa karena hakim yang saat ini mengadili gugatan kliennya, Achmad Guntur menunda persidangan dengan alasan banyak pekerjaan.

"Sudah (dikirim), kemarin (9 Juli)," kata Tonin kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Dalam suratnya, Tonin meminta agar Ketua PN Jaksel Arifin mengganti Achmad Guntur. Tonin menilai alasan banyak pekerjaan yang dikemukakan menunjukkan bahwa Guntur tidak profesional.




Selain itu, Tonin juga meminta agar PN Jaksel mempercepat persidangan kliennya. Dia khawatir praperadilan Kivlan tidak selesai, karena berkas kasus lebih dulu dilimpahkan ke pengadilan.

Berikut ini bunyi surat yang disampaikan Tonin ke PN Jaksel:

Sehubungan dengan perkara praperadilan nomor 75/Pid.Pra2019/PN.JKT.Sel dengan Hakim Tunggal Achmad Guntur / Panitera Pengganti Sdr Agustinis Endro maka sebagaimana perihal di atas sebagai Pemohon Praperadilan adalah Kivlan Zen yang sekarang sebagai Tersangka dan ditahan di bawah kekuasaan Termohon praperadilan.

Bahwa sebagai warga negara yang dilindungi oleh Konstitusi UUD 1945 akan menggunakan hak asasi di pengadilan Praperadilan guna membuktikan penetapan tersangka, penahanan, penyitaan dan penangkapan yang dikenakan kepada saya sejak tanggal 29 Mei 2019 oleh Termohon Praperadilan yang telah mendaftarkan tanggal 20 Juni 2019 register nomor 75/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Bahwa sebagai tersangka dapat mengajukan praperadilan tanpa memberikan kuasa kepada advokat sebagaimana KUHAPidana. Maka menyatakan keberatan dengan Hakim Tunggal Achmad Guntur yang menyidangkan tanggal 8 Juli 2019 adalah 18 hari dari tanggal pendaftaran dan menunda persidangan ke tanggal 22 Juli 2019 dengan alasan banyak perkara dan lain-Iainnya diucapkan di depan persidangan dun diliput oleh media secara life. Maka dengan ini kami menyatakan keberatan karena penundaan dan jadwal yang dibuat panjang merupakan perbuatan yang tidak ada rasa keadilan dan melanggar asas murah, efisien den cepat sehingga dimohonkan keputusan Ketua Pengadilan untuk mempercepat persidangan dengan penundaan 1 (satu) minggu dari tanggal 8 Juli 2019 dan jika perlu sampai dengan pergantian Hakim Tunggal yang secara nyata telah tidak profesional memberikan keadilan kepada kami.

Dengan harapan surat ini dikabulkan sehingga persidangan praperadilan dapat berlangsung secepatnya yang dipimpin oleh Hakim Tunggal yang netral sehingga sebelum akhir masa penahanan 40 (empat puluh) hari tanggal 27 Juli 2019 tidak mengakibatkan persidangan nomor 75/Pld Pra/2019/PN.Jkt.Sel tidak sia-sia, dan untuk itu kami menunggu jawaban Bapak paling lama hari Rabu tanggal 10 Juli.


Sebelumnya diberitakan, sidang praperadilan Kivlan Zen yang digelar di PN Jaksel pada 8 Juli ditunda karena Polda Metro Jaya selaku pihak termohon tidak hadir. Hakim yang menangani, Achmad Guntur kemudian memutuskan menunda sidang selama 2 minggu.

"Silahkan permohonan itu semua boleh. Pak saya ini sidang tidak hanya 1, apalagi saya Pak, saya juga melayani teman-teman. Seandainya badan saya 4 ya saya bagi 4. Usulan boleh tapi apa boleh buat karena sudah saya jadwalkan perkara nomor 69. Bapak cek saja di SIPP. Karena ini harus dipanggil termohon tenggang waktu 3 hari minimal untuk memanggil itu. Jadi saya tunda ini persidangan 2 minggu ke depan Senin 22 Juli," kata Guntur saat persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (8/7).




Polda Metro Jaya sendiri telah melimpahkan berkas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen. Berkas tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"(Berkas kasus Kivlan) kan sudah, sudah lama dikirim, ya dikirim hari Jumat (5 Juli)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/7).

Berkas tersebut saat ini masih diteliti jaksa. Polisi berharap berkas segera dinyatakan lengkap (P-21).



Simak Juga 'Sidang Praperadilan Ditunda, Pengacara Kivlan Zen Debat dan Hakim':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Kivlan Zein Prihatin Kondisi Wiranto, Upaya Perdamaian?"
[Gambas:Video 20detik]

(yld/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com