detikNews
Senin 08 Juli 2019, 17:59 WIB

Mendagri soal 'Qanun Poligami' Aceh: Tetap Dikonsultasikan dengan Pusat

Andhika Prasetia - detikNews
Mendagri soal Qanun Poligami Aceh: Tetap Dikonsultasikan dengan Pusat Mendagri Tjahjo Kumolo (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Pemprov Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sedang merancang qanun atau perda yang salah satu babnya membahas poligami. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut perda tetap dikonsultasikan dengan pemerintah pusat.

"Ya apa pun, setiap daerah untuk menyusun perda, termasuk Aceh, kan masih ada dua, termasuk soal bendera juga kan tetap dikonsultasikan dengan pusat," ujar Tjahjo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).



Rancangan qanun ini lantas menuai pro dan kontra. Salah satu alasan poligami ingin diatur dalam qanun adalah maraknya praktik nikah siri yang terjadi bila pria ingin menikah lagi.

"Tahun 2014 itu orang yang punya akta kelahiran hanya 31 persen. Sekarang, dengan mempermudah akses, sekarang mencapai 91 persen. Ternyata mayoritas orang yang tidak mengusulkan anaknya punya akta kelahiran karena faktor nikah siri. Nah, nikah siri kan di KUA kan tidak ada. Istilahnya kan tidak terdaftar," ujar Tjahjo.



Tjahjo menjelaskan, saat ini kepemilikan akta kelahiran mencapai 91 persen, yang sebelumnya hanya 31 persen pada 2014. Kenaikan angka ini terjadi karena pemerintah membolehkan orang yang menikah siri mengajukan akta kelahiran anaknya sepanjang disebutkan siapa nama ayah sang anak.

"Dengan kami memperbolehkan nikah yang tidak terdaftar mengajukan akta kelahiran buat anaknya sepanjang disebutkan siapa suaminya, wah ternyata melimpah sekali. Sekarang sudah mencapai 91 persen. Bagi kami, intinya, jangan di-declare to," sebutnya.



"Ini pendapat saya lo ya. Saya nggak tahu argumentasi teman-teman di Aceh apa. Tapi jangan di-declare karena ini menyangkut berbagai akses," imbuh Tjahjo.

Simak Video "Punya Dua Istri, Kiwil: Nggak Akan Akur!"
[Gambas:Video 20detik]

(dkp/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com