detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 19:37 WIB

Kementan Dorong Gigi Taring Babi Jadi Komoditas Ekspor Mancanegara

Budi Warsito - detikNews
Kementan Dorong Gigi Taring Babi Jadi Komoditas Ekspor Mancanegara Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan) Ali Jamil. (Budi Warsito/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus mendorong agar aktivitas ekspor di Tanah Air umumnya dan di Sumatera Utara (Sumut) terus ditingkatkan. Saat ini komoditas yang berpotensi dan tengah ditingkatkan frekuensi ekspornya, yakni gigi taring babi.

"Siapa sangka awalnya dianggap sampah. Tapi begitu diekspor punya harga Rp 1 juta per kilonya," jelas Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan) Ali Jamil di Jalan Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Beringin, Deli Serdang, Sumut, Jumat (5/7/2019) sore.



Jamil menyampaikan hal tersebut setelah melepas ekspor berbagai komoditas pertanian senilai Rp 72,8 miliar, sekaligus pemusnahan komoditas ilegal di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.

Dia menerangkan sebenarnya gigi taring babi ini adalah sampah atau limbah dari pemotongan babi. Namun di luar negeri dimanfaatkan untuk menjadi suvenir. Kini, gigi taring babi pun menjadi primadona dalam dunia ekspor di Tanah Air.

Para eksportir mulai mengumpulkan gigi taring babi dari tempat pemotongan babi di Sumut. Pada 2017, sudah ada 75 kali ekspor gigi taring babi ke negara Vietnam dengan total 547 kilogram senilai Rp 547 juta.

Selanjutnya, pada 2018, selain Vietnam permintaan bertambah dari negara India dan Kamboja. Di tahun kedua dapat mencapai ekspor 950 kilogram atau senilai Rp 950 juta .

"Potensi ini harus bisa dikembangkan. Saya berharap pemerintah provinsi dapat bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian," tandas Jamil didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Hafni Zahara.



Sementara itu, pada semester pertama 2019, jumlah gigi taring babi yang diekspor sudah mencapai 500 kilogram. Selain Vietnam, kini Thailand mulai membuka peluang impor. Selain gigi taring babi, potensi ekspor yang dikembangkan adalah Elaeidobius atau kumbang.

Dalam pelepasan ekspor sejumlah Rp 72,8 miliar itu terdiri atas, sarang burung walet, bibit tanaman hias, kopi biji, batang bunga krisan, dan lainnya.

Simak Video " Petisi Ragunan, Kementan Cabut Gugatan ke Yeka Hendra Fatika "
[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com