detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 17:22 WIB

Peneliti LIPI Imbau Capim KPK dari Polri Harus Mundur Jika Terpilih

Ibnu Hariyanto - detikNews
Peneliti LIPI Imbau Capim KPK dari Polri Harus Mundur Jika Terpilih Foto: Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris (kanan)/ (Ibnu-detikcom)
Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyoroti sejumlah capim KPK yang berasal dari anggota Polri aktif. Ia mengatakan anggota Polri aktif itu harus mundur jika terpilih jadi pimpinan KPK.

"Kalau ada jenderal yang terpilih mau tidak mau harus mundur, sebab bagaimanapun KPK itu jabatan publik yang meniscayakan pejabat atau petinggi polisi aktif mengundurkan diri," kata Syamsuddin di kantor ICW, Jl Kalibata Timur IV, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Sebab, ia berpendapat jika KPK dipimpin oleh Polri aktif kemungkinan munculnya konflik kepentingan itu sangat tinggi. Padahal, menurutnya, berdirinya KPK itu berawal dari ketidakmampuan institusi kepolisian dan kejaksaan memberantas KKN.



"Kalau kita lihat semangat awalnya, Semangat awal pembentukan KPK itu sebagai upaya penegakan pemerintah yang bersih dan pemberantasan KKN sebagai akibat ketidak mampunan intitusi kepolisian dan kejaksaan maka KPK terbentuk," ujarnya.

Kemudian ia merasa aneh bila institusi kepolisian seolah menyiapkan anggotanya untuk mendaftarkan diri ikut capim KPK. Ia khawatir akan ada skenario pelemahan KPK dibalik daftarnya sejumlah anggota Polri aktif ikut seleksi capim.

"Mindset semacam itu mestinnya kita tolak, kita masyarakat sipil mesti menolak upaya menjinakkan KPK atau pelemahan KPK melalui keterlibatan intensif institusi kepolisian dalam seleksi capim KPK," sebutnya.



Karena itu, Syamsuddin meminta pansel bekerja secara independen dan serius. Menurut Syamsuddin, pilihan pansel capim KPK itu merepresentasikan komitmen pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Saya berpendapat bahwa ini pilihan atas pansel adalah refleksi komitmen pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. kalau pansel itu kontroversial kita patut tanyakan juga komitmen Jokowi dalam pemberantas korupsi dan pengawalan KPK yang independen dan kuat," kata dia.




Simak Juga 'Menakar Calon Penggawa KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video " Rekam Jejak Capim KPK Banyak yang Buruk"
[Gambas:Video 20detik]

(ibh/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com