detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 18:51 WIB

Aspri Akui Minta Uang ke Sekjen KONI untuk Ngopi dengan Anak Menpora

Zunita Putri - detikNews
Aspri Akui Minta Uang ke Sekjen KONI untuk Ngopi dengan Anak Menpora Menpora Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, mengaku menerima uang dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy sebesar Rp 2 juta. Uang itu diakui Ulum digunakannya bersama anak Imam.

Ulum awalnya mengakui pernah menerima uang tersebut dari Ending tanpa diketahui Imam di Plaza Senayan pada 2017. Namun Ulum menyebut pertemuannya dengan Ending itu tanpa sengaja.

"Adik kandung Saudara?" tanya jaksa.




"Bukan, Pak. Ya adik, adik-adikan, Pak," jawab Ulum.

Jaksa terus mencecar Ulum perihal siapa sebenarnya Dicky dan Ifat tersebut. Hingga pada akhirnya Ulum mengakui bahwa dua orang itu adalah anak Imam Nahrawi.

"Anaknya Pak Menteri. Ifat sama Dicky," kata Ulum.

Kembali tentang persoalan pemberian uang dari Ending. Ulum menyebut yang terjadi hanyalah ketidaksengajaan bertemu Ending. Setelahnya, Ulum 'menodong' Ending untuk memberikannya uang.

"Siapa yang minta?" tanya jaksa.

"Saya, Pak, (bilang), 'Saya minta uang kopi', gitu aja," jawab Ulum.




Setelah mendapat uang itu, Ulum mengaku langsung membagi-bagikan kepada Dicky dan Ifat tanpa sepengetahuan Imam.

Dalam persidangan ini, ada tiga terdakwa selaku pejabat Kemenpora, yaitu Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanta. Mulyana didakwa menerima uang senilai Rp 400 juta dan mobil Fortuner dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

Selain itu, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta didakwa menerima suap Rp 215 juta dari Ending Fuad Hamidy. Pemberian suap itu dimaksudkan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.

Simak Video "Keuangan Kemenpora WDP, BPK Tepis Terkait Kasus Imam Nahrawi"
[Gambas:Video 20detik]

(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com