detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 16:34 WIB

Bisakah Kamera E-TLE Awasi Mobil yang Akali Ganjil-Genap Pakai Pelat Palsu?

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Bisakah Kamera E-TLE Awasi Mobil yang Akali Ganjil-Genap Pakai Pelat Palsu? Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Pembatasan kendaraan sistem ganjil-genap tidak sepenuhnya terawasi oleh petugas kepolisian. Namun bisakah kamera tilang elektronik mengawasi kendaraan yang menggunakan pelat palsu untuk mengakali ganjil-genap?

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan kamera E-TLE memang belum bisa mendeteksi kendaraan yang menggunakan pelat nomor palsu. Namun penggunaan pelat palsu bisa diketahui setelah petugas mengecek alamat kendaraan di database Registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan.

"Jadi (kendaraan) kan nanti di-capture (oleh kamera E-TLE), kemudian kita sinkronkan dengan data regident ranmor. Kalau nomor polisi dia nggak sesuai atau nomor polisinya bodong, itu akan di-list dan diserahkan kepada tim Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya untuk dilakukan penindakan di jalan," kata Yusuf kepada detikcom, Selasa (2/7/2019).

Yusuf menyebut kamera itu akan merekam seluruh kendaraan yang melintas di area tempat terpasangnya kamera itu. Petugas di gedung monitoring TMC akan melakukan verifikasi terhadap setiap kendaraan yang melanggar, sehingga akan terlihat mana kala kendaraan tersebut menggunakan pelat palsu atau tidak.



"Semua mobil yang terekam kamera itu bisa dicek nopolnya sama petugas TMC, bisa dianalisis semua nopolnya," ungkap Yusuf.

Di sisi lain, polisi di lapangan yang menemukan adanya kendaraan berpelat nomor palsu akan langsung menindaknya. Petugas di monitoring TMC akan berkoordinasi dengan anggota di lapangan untuk segera menyetop kendaraan tersebut.

"Di TMC itu ada HT (handy talkie), bisa komunikasikan ke petugas di lapangan jika ada nomor polisi terdeteksi tidak sesuai, dugaan (menggunakan) nomor polisi palsu," kata Yusuf.

"Penindakannya di jalan karena nopolnya kan bodong, kan otomatis kita list nopol itu, nanti di jalan kita tindak. Kalau mengarah ke tindak pidana, kita arahkan ke reserse umum. Kalau pelanggar lalin, ya kita (yang menindak)," tuturnya.

Kamera E-TLE terpasang di 12 titik di sepanjang Sudirman-Thamrin. Kamera ini mampu menganalisis berbagai pelanggaran, seperti tidak mengenakan seat belt, memakai ponsel saat berkendara, melanggar ganjil-genap, melanggar marka jalan, dan melanggar lampu merah.



Simak Video "Kamera Tilang Elektronik Intai Pelanggaran Pengemudi Nakal"
[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com