detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 19:06 WIB

Komnas HAM Masih Telusuri TKP Penemuan Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei

Zunita Putri - detikNews
Komnas HAM Masih Telusuri TKP Penemuan Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Foto: Ari Saputra
Jakarta - Komnas HAM masih melakukan investigasi terkait kerusuhan 22 Mei yang menewaskan beberapa orang. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut salah satu korban tewas karena tertembak peluru tajam.

"Yg pertama kami mengungkapkan kepada publik bahwa yang meninggal itu ada peluru tajam, itu Komnas HAM. Kami mendapat informasi dari institusi yang bisa dipertanggungjawabkan. Makanya tidak ada bantahan oleh bahkan, kepolisian ditelusuri lebih dalam, mereka memang sedang mengungkapkan dengan uji balistik," kata Choirul saat konferensi pers di Komnas HAM.




Choirul mengatakan, Komnas HAM saat ini sendang fokus mencari tahu lokasi penemuan korban tewas kerusuhan 22 Mei. Dia menyebut lokasi penemuan korban menjadi penting unutk memaksimalkan hasil uji balistik.

"Tapi memang kan ada pertanyaan paling mendasar di situ. Tidak mungkin ada uji balistik yang efektif dan maksimal kerjanya, kalau TKP nggak ketemu. Nah Komnas HAM sedang menelusuri TKP, dan semoga pihak kepolisian juga bisa menelusuri dengan baik ken pertemuan kami sekitar 10 hari yg lalu ya. Kalau TKP nya nggak ketemu yang mau diuji balistik senjatanya siapa? Komnas HAM juga sedang menelusuri itu,"jelasnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa Komnas HAM juga memiliki wewenang untuk menguji balistik. Dia pun mencontohkan kasus 1998, saat itu yang menguji balistik tidak hanya polisi tetapi ada ahli dari luar negeri juga.




"Apakah Komnas HAM punya keterampilan untuk uji balistik? Komnas HAM punya kewenangan untuk siapa saja melakukan itu. Termasuk ahli di luar institusi luar selain puslabfor, dan itu pernah terjadi saat peristiwa 98 uji balistiknya bukan cuma puslabfor tapi juga di Irlandia," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, para keluarga korban tewas kerusuhan 1998 mendatangi kantor Komnas HAM hari ini.

Mereka datang untuk menindaklanjuti sejauh mana laporan mereka tentang korban 22 Mei. Mereka juga sudah melakukan diskusi, dan Komnas HAM sudah menyampaikan tanggapan atas keluhan mereka.

Simak Video "Ke Komnas HAM Bawa Bendera Kuning, Massa Minta Usut Kasus 22 Mei"
[Gambas:Video 20detik]

(zap/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com