detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 09:31 WIB

14 Orang Positif Rabies, Kabupaten Bima Tetapkan Status KLB

Faruk Nickyrawi - detikNews
14 Orang Positif Rabies, Kabupaten Bima Tetapkan Status KLB Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Kasus rabies melalui anjing yang mulanya menyerang Dompu kini sudah merembes ke daerah tetangga. Seperti di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Bima menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus gigitan anjing gila.

Penetapan status KLB di daerah tersebut lantaran banyak warga yang menjadi korban gigitan anjing gila meskipun hingga saat ini belum ditemukan korban jiwa karena digigit anjing.

"Di Kabupaten Bima, sudah ada 174 korban gigitan anjing, sehingga kami menetapkan status KLB rabies dan ini butuh penanganan khusus," kata kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir H Abdollah, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Kamis (27/06/2019).


Berdasarkan data yang dicatat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Bima, ke-174 kasus gigitan anjing tersebut terjadi pada Januari-Juni 2019, yang prevalensinya tersebar di lima Kecamatan, yaitu Kecamatan Tambora, Sanggar, Madapangga, Donggo, dan Kecamatan Soromandi.

Dari 174 kasus gigitan anjing, ada 14 korban kasus gigitan yang dinyatakan positif rabies. Itu adalah hasil yang diperoleh seusai pemeriksaan sampel di laboratorium. Korban gigitan hewan pembawa rabies (HPR) ini terbesar datang dari kalangan anak-anak. Korban telah diberi vaksin antirabies (VAR).


"Sedangkan korban jiwa alhamdulillah tidak ada. Tapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak bertambah jumlah korban gigitan anjing," tuturnya.

"Di wilayah ini memang memiliki potensi rabies. Itu yang kita prioritaskan karena di lima kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu yang sudah berstatus KLB rabies," sambungnya.


Dikatakan Abdullah, populasi anjing di Kabupaten Bima cukup banyak. Namun ia tidak mengetahui secara rinci berapa persen anjing yang berpemilik atau peliharaan dan tak berpemilik (anjing liar).

Meski begitu, sejak Januari, sebanyak 2.500 ekor anjing peliharaan sudah mendapat vaksinasi antirabies (VAR). Sedangkan ratusan ekor anjing liar lainnya telah dieliminasi.

"Sudah ribuan anjing kita tangani. Data itu menunjukkan populasi anjing di Bima ini cukup banyak. Yang paling banyak di Kecamatan Sanggar. Bahkan di sana sudah ada yang positif rabies," ujarnya.



Tonton video Anjing yang Gigit Bocah Perempuan Bukan Punya Boy William:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed