detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 12:36 WIB

Hakim MK Musyawarah Mufakat Putuskan Gugatan Pilpres

Zunita Putri - detikNews
Hakim MK Musyawarah Mufakat Putuskan Gugatan Pilpres Ilustrasi Sidang Gugatan Hasil Pilpres di MK. (Grandyos Zafna/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono memastikan putusan gugatan hasil Pilpres 2019 diambil 9 hakim konstitusi lewat musyawarah mufakat. Bila terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion), hal itu tetap menjadi bagian dari putusan.

"Sudah diatur soal putusan secara umum kan. Bahwa putusan itu diambil begini, begini, begini, musyawarah mufakat, kalau tidak voting. Kalau ada hakim berbeda pendapat, itu menyampaikan pendapatnya yang berbeda itu ke dalam putusan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan," ujar Fajar di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).


"Tergantung hakimnya kalau itu. Mau dibacakan (dissenting opinion) atau tidak. Pasti (dibacakan) seandainya ada ya," imbuhnya.

Fajar mengatakan putusan sengketa pilpres besok (27/6) tidak boleh ada pihak yang melakukan interupsi. Sebab, saat putusan itu sepenuhnya wewenang hakim menuangkan pendapat dan memutus perkara.


Terkait teknis sidang putusan gugatan Pilpres besok, Fajar menyebut putusan bisa dibacakan bergiliran atau hanya oleh satu hakim.

Sidang putusan gugatan hasil Pilpres 2019 akan digelar pada Kamis, 27 Juni, atau lebih awal dari jadwal semula, yakni Jumat (28/6). Tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 meminta MK mendiskualifikasi capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo-Sandiaga dalam petitumnya memohon ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.



Tonton Blak-blakan Yusril Ihza Mahendra: MK Sulit Menangkan Prabowo:

[Gambas:Video 20detik]


(zap/fdn)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed