detikNews
Senin 24 Juni 2019, 19:24 WIB

Lembaga Ini Fasilitasi Waria Asah Keterampilan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Lembaga Ini Fasilitasi Waria Asah Keterampilan Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom
Jakarta - Daya Dharma-Keuskupan Agung Jakarta merupakan lembaga yang bertujuan melayani kebutuhan utama warga kurang mampu. Salah satu pelayanan baru LDD-KAJ yaitu mendampingi serta melatih keterampilan anggota Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) untuk meningkatkan kesejahteraan baik ekonomi maupun sosial mereka.

Kelompok yang dikoordinir oleh Mami Yuli, waria asal Papua ini memang sudah lama ada namun tidak pernah mendapat perhatian. Mami Yuli pun menceritakan awal mula FKWI terbentuk.

"Sebelum FKWI, ini namanya FKW (Forum Komunikasi Waria) yang mewadahi waria-waria di Jakarta dan sekitarnya. Setelah itu datang waria-waria dari daerah dan akhirnya bergabung dengan kami menjadi FKWI," kisahnya saat ditemui di Jakarta, Senin (24/6/2019).


Kedatangan para waria dari daerah ini bukan tanpa alasan. Mereka adalah orang-orang yang tidak diterima di lingkungannya, bahkan oleh keluarganya sendiri. Setelah mereka pergi pun masih banyak orang-orang yang memandang waria dengan sebelah mata. Tak sedikit cerita duka yang dilontarkan Mami Yuli saat berjuang mempertahankan hak-hak kaumnya.

"Kalo ditanya suka dan duka si lebih banyak dukanya ya. Selama ini kalau kita sedang mengadakan kegiatan-kegiatan di lingkungan masyarakat, enggak sedikit yang mengusir kami. Baru di LDD-KAJ ini kami diterima dan diberi pelatihan-pelatihan untuk menambah keterampilan kami karena memang kebanyakan yang datang ke Jakarta ini belum punya keterampilan,"

Setahun belakangan FKWI diterima oleh LDD-KAJ. Bergabung dalam LDD-KAJ ini bukan tanpa rintangan. Irene Sheilla pendamping FKWI menyebutkan ada proses penjajakan dahulu selama 7 bulan (Oktober 2018-April 2019) hingga akhirnya FKWI diterima.

"Mereka ini kan orang-orang yang terpinggirkan. Kalo nggak ngamen mereka jadi PSK dan itu bukan pilihan hidup mereka. Nah, dengan FKWI ini kegiatan anggota jadi lebih terarah ke yang lebih baik," ungkap Sheilla.


Isu LGBT memang menjadi isu yang sangat sensitif. Hal itu disadari betul oleh Sheilla maupun LDD-KAJ. Namun hal itu bukan alasan bagi mereka untuk berhenti membantu FKWI. "Waria ini juga manusia, sudah sepantasnya kita memanusiakan manusia," ujarnya lagi.

Selain pendampingan dan pelatihan keterampilan, anggota-anggota FKWI juga memiliki kelas etika. Dalam kelas ini, anggota FKWI akan diajarkan cara bersikap, bertingkah laku, bertutur kata yang baik. Sehingga diharapkan dengan perilaku yang baik, mereka tidak lagi direndahkan oleh masyarakat sekitar.

Mereka mendapat sumbangan dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Rencananya dana itu akan dialokasikan untuk membeli alat-alat sebagai fasilitas untuk melakukan kegiatan usaha sesuai bidang yang akan digeluti, seperti tata rias, tata boga, kerajinan tangan, tarian, dan lainnya.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com