detikNews
Senin 24 Juni 2019, 09:59 WIB

Polisi Telusuri Kabar Pekerja Anak di 'Pabrik' Korek Langkat yang Terbakar

Budi Warsito - detikNews
Polisi Telusuri Kabar Pekerja Anak di Pabrik Korek Langkat yang Terbakar Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Budi Warsito/detikcom)
Medan - Tim penyidik dari Polres Binjai dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan penanganan kasus kebakaran 'pabrik' korek gas di Binjai, Langkat, yang menewaskan 30 orang. Polisi sedang menelusuri informasi soal adanya anak di bawah umur yang menjadi pekerja di pabrik.

"Penyidik dalam hal ini akan melakukan pengembangan terhadap informasi adanya salah satu pekerja anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Tatan Dirsan Atmaja di RS Bhayangkara, Medan, Senin (24/6/2019) dini hari.

Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan dalam kasus ini, yakni pemilik PT Kiat Unggul, Indramarwan (36); Burhan (37), manajer; dan Lismawarni (43), supervisor. Ketiganya dikenai Pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun. Mereka disangkakan melakukan tindak pidana kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.


Lebih lanjut, Tatan menyatakan perkembangan kasus tersebut menunggu hasil pemeriksaan penyidik. "Kita tunggu hasil pemeriksaan penyidik. Nanti akan kita lihat dari hasil pemeriksaan para tersangka yang sudah diamankan," ujarnya.

Seperti diketahui, kebakaran pabrik korek gas rumahan terjadi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun 4, Desa Ambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (21/6). Semua jenazah korban dapat teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Sumut dan Tim Mabes Polri.

Pihak Keluarga Salatkan Jenazah Korban

Jenazah korban kebakaran pabrik korek disalatkan terlebih dulu di depan instalasi jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (23/6) malam sebelum diberangkatkan. Salat jenazah dilakukan oleh pihak keluarga dan warga desa

Polisi Telusuri Kabar Pekerja Anak di 'Pabrik' Korek Langkat yang TerbakarPelaksanaan salat jenazah korban kebakaran pabrik korek api di Instalasi Jenazah RS Bhayangkara, Minggu (23/6/2019) malam. (Budi Warsito/detikcom)

Salat jenazah dilakukan pada pukul 22.41 WIB saat 19 peti yang berisi dan dilabeli sudah dipersiapkan untuk diserahkan ke pihak keluarga korban. Suwarno, ayah korban Sawitri (31), menjadi imam dalam salat jenazah tersebut.

"Menghemat waktu pelaksanaan fardu kifayah. Biar nggak terlewat," ujar Suwarno.


Seusai salat jenazah, Suwarni terlihat terisak saat mendoakan anaknya. Jenazah Sawitri teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Sumut karena wajah dan pakaian yang digunakan masih utuh.

Setelah diserahkan, jenazah Sawitri akan langsung dimakamkan. "Kuburan udah dipersiapkan dari kemarin," tuturnya.


30 Meninggal saat Pabrik Korek Api di Binjai Terbakar:

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com