detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 13:07 WIB

Tak Ingin Ada Pembatasan Saksi, Dahnil: Kami Mau Buktikan TSM

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Tak Ingin Ada Pembatasan Saksi, Dahnil: Kami Mau Buktikan TSM Dahnil Anzar Simanjuntak (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membatasi saksi di sidang gugatan pilpres. Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutnak, keberatan karena ingin membuktikan dalil kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Kita berharap tidak ada pembatasan jumlah saksi dan jumlah bukti. Karena kan begini, kan desakannya adalah silakan buktikan, ini kan TSM klaimnya 02 kecurangannya terstruktur, sistematis, masif, silakan buktikan. Tapi kalau kemudian pembuktiannya itu dibatasi jumlahnya, itu kan sama saja artinya kita dihambat untuk melakukan pembuktian secara keseluruhan," kata Dahnil di Prabowo-Sandi Media Center, Jl Sriwijaya, Jakarta, Selasa (18/6/2019).


Dahnil berharap majelis hakim MK tidak terjebak oleh proses prosedural sidang. Dia ingin majelis hakim fokus pada substansi, termasuk upaya melakukan pembuktian.

"Makanya kita akan sementara ini ada 20 sampai dengan 30 saksi yang akan dipersiapkan untuk memaparkan fakta dan data," ucap Dahnil.

"MK kan bisa membuat diskresi atau apa nanti. Tapi kalau kemudian hanya bisa 15, tentu kita akan memilih dan memilah saksi yang kira-kira punya dampak sistematik untuk mengungkapkan fakta dan data tentang TSM ini," imbuh dia.


Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini enggan mengungkapkan latar belakang saksi yang akan dihadirkan. Dia lantas menanggapi anggapan bahwa pengajuan perlindungan saksi ke LPSK terlalu berlebihan.

"Jangan lupa ini nyawa orang, ini adalah rasa aman orang, jadi tidak ada yang berlebihan gitu. Justru apa yang diungkapkan oleh KPU itu yang berlebihan menurut saya, menganggap remeh dan mengabaikan keselamatan orang lain," sebut Dahnil.


Sandiaga Minta Pendukungnya Simak Sidang MK dari TV:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fjp)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com