detikNews
Senin 17 Juni 2019, 17:33 WIB

KPK Ingin Koruptor Segera Dipindahkan ke Nusakambangan

Haris Fadhil - detikNews
KPK Ingin Koruptor Segera Dipindahkan ke Nusakambangan Jubir KPK Febri Diansyah/Foto: Pradita Utama
Jakarta - KPK menyerahkan sepenuhnya rencana aksi perbaikan lembaga pemasyarakatan (Lapas) ke Ditjen Pemasyarakatan (PAS). Tapi KPK sudah mengusulkan nama-nama narapidana korupsi yang akan dipindah ke Lapas Nusakambangan.

"Di bulan Juni 2019 ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, di antaranya, pertama, usulan nama narapidana korupsi yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Dia berharap usulan napi korupsi dipindah ke Nusakambangan segera direalisasikan. Menurutnya, tak perlu pembangunan lapas baru di sana karena masih adanya sel yang belum digunakan.





"Untuk usulan napi korupsi yang akan dipindahkan ke Nusakambangan dan pembahasan lebih lanjut KPK dan Ditjen PAS semoga dapat segera direalisasikan," katanya.

Poin kedua yang disampaikan adalah revisi peraturan menteri tentang remisi. Ketiga ialah evaluasi pedoman teknis sistem pemasyarakatan.



"Rencana aksi ini sudah disusun oleh pihak Ditjen PAS dan telah dibahas bersama tim Pencegahan KPK. Sehingga kami harap Ditjen PAS juga segera dapat melakukan setiap rencana aksi yang ada tersebut. Hal ini perlu agar upaya perbaikan Lapas tetap berjalan terus dalam koridor yang semestinya," imbuh Febri.

Usulan napi korupsi ditahan di Lapas Nusakambangan ini pernah disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo. Saat itu, Agus berharap para napi korupsi bisa dipenjara di Lapas Nusakambangan mulai tahun ini.

"Mulai 2019 kita harap bisa eksekusi ke sana. Itu mungkin akan berikan efek, karena kita harap penjeraan," kata Agus dalam diskusi di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).

"Itu pengalaman saya ke Nusakambangan. Karena kita bisa lihat realita, ada penjara yang bisa diterapkan untuk penjahat yang luar biasa. Bandar-bandar besar itu ada di sana. Nggak ada salahnya koruptor-koruptor big fish masuk sana," sambung Agus.



Lihat juga video KPK Minta Tambah Anggaran Rp 580 M:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com