detikNews
Senin 17 Juni 2019, 13:37 WIB

Polisi Tangkap Kelompok Penganiaya Keluarga Pensiunan Polisi di Sumut

Budi Warsito - detikNews
Polisi Tangkap Kelompok Penganiaya Keluarga Pensiunan Polisi di Sumut Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi saat rilis pengungkapan kasus penganiayaan pensiunan polisi dan keluarganya di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019). Foto: Budi Warsito-detikcom
Medan - Polisi menangkap kelompok pelaku penganiayaan terhadap keluarga pensiunan polisi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Total 7 orang ditangkap termasuk diduga otak pelaku.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi menyebutkan lima orang pelaku ditangkap pada Sabtu (15/6) di wilayah berbeda di Sumut. Dua orang tersangka lainnya ditangkap di luar Sumut.

Ketujuh orang tersangka penganiayaan keluarga pensiunan polisi yang ditangkap yakni Serikat Tarigan (66) diduga otak pelaku penyerangan, Wagino alias Oka (46), Bambang Harianto (52), Joni Ginting alias Yudi (40), Boy Sitinjak (21), Bonansa Siagian (26) dan Masa Tarigan (61).





"Mereka sudah menggambar dan direncanakan Maret 2019 dan dilakukan Mei 2019. Permasalahan diawali antara korban dengan ipar tersangka. Motif dendam, dilatarbelakangi sengketa masalah pertanahan seluas lima hektare," ujar Kombes Rian dalam rilis perkara di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019).


Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi saat rilis pengungkapan kasus penganiayaan pensiunan polisi dan keluarganya di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019).Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi saat rilis pengungkapan kasus penganiayaan pensiunan polisi dan keluarganya di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019). Foto: Budi Warsito-detikcom



Para pelaku menganiaya pensiunan polisi bernama Bangkit Sembiring bersama empat anggota keluarganya hingga terluka parah. Bangkit dan anaknya, Semangat Sembiring (21), mengalami luka bacok di kepala dan badan.

Sedangkan istri Bangkit Sembiring, Ristiani Samosir dan anaknya Abraham Sembiring (10) mengalami luka pukulan benda tumpul di bagian kepala. Sedangkan anak perempuan korban Maria Keke Sembiring (17) mengalami sakit di bagian punggung karena ditendang pelaku.

Penganiayaan keluarga pensiunan polisi terjadi pada 31 Mei di Dusun Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi. Para pelaku kemudian melarikan diri ke Kota Medan, Kabupaten Langkat, hingga ke Aceh. Pelaku disebut polisi diberi upah Rp 50 juta untuk menganiaya satu keluarga Bangkit Sembiring termasuk membeli peralatan.

"Tiga pelaku diberi tindakan tegas dan karena melawan," kata Andi.

Polisi menyita barang bukti berupa parang, linggis, martil termasuk mobil sewaan saat beraksi.


Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi saat rilis pengungkapan kasus penganiayaan pensiunan polisi dan keluarganya di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019).Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi saat rilis pengungkapan kasus penganiayaan pensiunan polisi dan keluarganya di Mapolda Sumut, Senin (17/6/2019). Foto: Budi Warsito-detikcom



Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Polisi ditegaskan Agus akan menindak pelaku kejahatan seperti perkara yang diungkap.

"Kita berikan pasal pembunuhan berencana meski korban belum meninggal, karena ada perencanaan. Ini unsurnya dendam, mantan polisi yang jadi korban. Ini bukan soal siapa korban, tapi kita selalu berupaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Agus.

Selain dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, para pelaku juga disangkakan dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com