detikNews
Senin 17 Juni 2019, 13:12 WIB

Muhammadiyah: Tidak Perlu Ada Lagi 01-02, yang Ada Kosong-kosong

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Muhammadiyah: Tidak Perlu Ada Lagi 01-02, yang Ada Kosong-kosong Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Foto: Jefrie/detikcom)
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah kembali mendorong agar capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno rekonsiliasi. Para pendukung kedua pasangan ini juga diminta kembali merajut persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

"Ya kami mendukung (rekonsiliasi), bahkan kami menyampaikan permohonan kepada beliau (Prabowo-Jokowi) untuk pertemuan bisa dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya pada kesempatan pertama," kata Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).


Mu'ti mengatakan momen rekonsiliasi Prabowo-Jokowi penting dilaksanakan di bulan Syawal. Dia meyakini seluruh masyarakat pasti menanti-nantikan Prabowo-Jokowi serta para tim pendukungnya saling bersilaturahmi. Semua pihak harus mau islah, rekonsiliasi demi kepentingan bangsa ke depan.

"Jadi sekarang ini, mohon maaf tidak perlu lagi ada 01, tidak perlu lagi ada 02, yang ada adalah kosong-kosong," ucapnya.

"Kita mulai dari semangat baru, dengan niat untuk sama-sama semua kekuatan bangsa, apapun pilihannya, apa pun partainya, kita bangun Indonesia ini sebagai tempat dan rumah di mana kita hidup bersama-sama dan tempat dan rumah di mana kita kita raih kebahagiaan dan meraih kesuksesan bersama," sambungnya.


Mu'ti sebelumnya juga mengapresiasi Prabowo-Jokowi mau menyelesaikan sengketa Pilpres 2019 lewat MK. Para pendukung kedua pasangan calon di Pilpres 2019 itu diminta untuk menghormati jalannya sidang dan keputusan final di MK.

"Dan tentu kami juga sangat berharap mudah-mudahan semua pihak, pada waktunya nanti MK mengambil keputusan, dapat menerima keputusan MK itu dengan jiwa besar. Karena memang inilah penyelesaian terbaik yang konstitusional, dan inilah penyelesaian yang paling tepat untuk kita menyelesaikan berbagai macam persoalan politik, khususnya persoalan sengketa presiden," ucapnya.


Survei SMRC: 69% Percaya Pemilu 2019 Berlangsung Jurdil:

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com