detikNews
Senin 17 Juni 2019, 11:16 WIB

Pemerkosa Anak di Sumsel Dihukum Percobaan karena Mau Nikahi Korban

Andi Saputra - detikNews
Pemerkosa Anak di Sumsel Dihukum Percobaan karena Mau Nikahi Korban Ilustrasi (dok.detikcom)
Musi Banyuasin - Siswa kelas III SMA di Musi Banyuasin, Sumsel, inisial CP dihukum pidana percobaan. Ia terbukti menyetubuhi pacarnya hingga hamil. Mengapa ia hanya dihukum pidana percobaan?

Kasus bermula saat CP kenalan dengan korban lewat Facebook pada 2018. Setelah itu mereka bertemu di dunia nyata dan pacaran.


Hubungan mereka ternyata kebablasan. CP memperkosa korban yang masih kelas 2 SMA itu berkali-kali hingga hamil. Perut korban yang semakin membesar membuat keluarganya panik dan mengusut kasus itu. CP akhirnya dilaporkan ke kepolisian dan diproses secara hukum.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sejumlah Rp 1 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan. Menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalani kecuali jika dikemudian hari ada putusan Hakim yang menentukan lain disebabkan karena Terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 1 tahun berakhir," kata majelis hakim dalam putusan yang didapat detikcom, Senin (17/6/2019).

Duduk sebagai ketua majelis Tyas Listiani dengan anggota Andy William Permata serta Rizkiansyah. Salah satu alasan yang meringankan yaitu CP berterus terang dalam memberikan keterangan, merasa menyesal atas perbuatannya, serta berjanji akan menjadi suami dan orang tua yang baik bagi keluarganya.

Selain itu, CP juga belum pernah dijatuhi pidana dan berusia masih sangat muda hukum dengan tanggung jawab yang demikian besar sebagai suami dan orang tua.

"Telah pulihnya hubungan antara koprban dengan Terdakwa dan juga kedua keluarga melalui perkawinan yang menandakan bahwa pribadi Terdakwa diterima dalam keluarga korban," ujar majelis dengan suara bulat.


Ibu korban menyatakan keluarga pelaku juga secara aktif membiayai korban yang berada dalam kondisi hamil. Demikian pula dengan korban yang secara rutin datang mengunjungi Terdakwa di rutan.

"Telah terjadi perkawinan antara Terdakwa dengan korban yang diselenggarakan di Mesjid Polres Sekayu dengan difasilitasi pihak Polres Sekayu dan dihadiri oleh kedua belah pihak keluarga," papar majelis.

Apa pertimbangan majelis hakim lainnya sehingga memberikan hukuman percobaan ke pelaku?

"Korban atas keinginannya sendiri telah pergi dari rumah untuk tinggal bersama Terdakwa dan secara berkali-kali atas dasar suka sama suka melakukan persetubuhan dengan Terdakwa. Kepergian korban tersebut disebabkan ia berada dalam keadaan kesal dan marah, sehingga korban pergi ke rumah Terdakwa. Atas keadaan tersebut, orang tua korban melaporkan kehilangan kepada kepolisian dan laporan tersebut tidak jadi dicabut meski korban telah ditemukan. Hal tersebut disebabkan korban berada dalam keadaan hamil. Dengan fakta tersebut, ditemukan keadaan bahwa korban juga secara sadar dan aktif menghendaki adanya hubungan dengan Terdakwa, yang di antaranya disebabkan permasalahan pribadi dan sikap emosional korban," kata majelis menerangkan.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com