detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 09:10 WIB

Kredibilitas Dipertanyakan Gegara Novanto, Kumham: Sebenarnya On the Track

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kredibilitas Dipertanyakan Gegara Novanto, Kumham: Sebenarnya On the Track Liberti Sitinjak (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta - Kredibilitas Kemenkum HAM dipertanyakan seusai pelesiran narapidana korupsi e-KTP Setya Novanto. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Barat Liberti Sitinjak, perihal kredibilitas itu sebenarnya sudah on the track atau berjalan semestinya.

"Jadi begini, sederhana saya menjawabnya itu. Kalau berbicara soal kredibilitas, pada prinsipnya kita menghadapi setiap orang yang berbeda-beda di lapas dan rutan," kata Liberti saat dihubungi, Sabtu (15/6/2019).

"Kredibilitas kita itu sebenarnya sudah di dalam katakan on the track, cuma kalau soal kecolongan, namanya karakter berbeda-beda itu," dia menambahkan.


Liberti lantas menjelaskan duduk perkara 'kecolongan' yang dimaksudkannya itu. Menurut Liberti, petugas pengawal lapas punya kemampuan berbeda-beda.

"Jadi misalnya kayak yang sekarang ini ya yang terjadi, ini kan kalau yang jaga di RS kan sesuai dengan shift yang jaga di kantor. Kan tidak semua orang yang katakan ada yang anak buah kita itu mempunyai kemampuan yang untuk melakukan tugas seperti ini. Cuma memang karena shift-nya mereka, mereka yang tanggung jawab," sebut Liberti.

Dia mengaku tak akan hanya tinggal diam menyikapi kasus pelesiran Setya Novanto. Belajar dari kasus ini, Liberti ingin membentuk regu khusus menangani narapidana yang sedang berobat keluar lapas.


"Dari peristiwa ini saya belajar ke depan saya harus membentuk satu tim regu yang khusus mengawal orang di rumah sakit. Satu tim yang bisa berganti-ganti dengan karakter yang sama, kapabilitas yang sama di dalam bisa mengatasi hal-hal seperti ini," sebut Liberti.

"Kalau selama ini kan kita gabungkan itu regu pengamanan yang bertugas itu kalau ada di RS kan salah satu yang jaga dari mereka itu ditarik ke RS. Berarti kan dari sudut kemampuan kan tidak semuanya sama, kan begitu ya. Berarti ke depan saya harus membentuk satu tim yang hanya khusus menangani orang-orang yang akan menjalani rawat inap di luar lapas," imbuh dia.

Bagaimana gambaran regu khusus yang dimaksud Liberti? Nantinya, regu khusus itu terpisah dari regu penjaga narapidana sehari-hari.

"Tim ini hanya bertugas untuk mengawal orang di RS. Dia tidak masuk lagi ke regu jaga, sudah terpisah timnya itu. Nanti mungkin akan kita bentuk misalnya 10 orang, hanya khusus kalau ada orang yang katakanlah dulu dirawat di RS nanti dari 10 orang ini kita gilir, bukan lagi nyampur regu pengamanan di kantor," sebut Liberti.


Selain itu, Liberti ingin menghilangkan budaya ewuh pakewuh. Dia menilai seseorang bisa menjadi sungkan kepada yang lain jika kerap berinteraksi.

"Jadi supaya bisa tetap stand dan tidak ada budaya ewuh pakeweuh, kan gitu. Kadang-kadang kan kalau terlalu sering kita berkomunikasi dengan seseorang itu kan budaya ewuh pakeweuh-nya muncul. Nanti rencana saya saya akan bentuk satu tim itu khusus untuk mengurusi itu saja (orang di RS). Nanti akan saya usulkan. Mudah-mudahan nanti di atas setuju, pimpinan di atas," imbuh dia.

Setya Novanto sebelumnya memang berada di luar Lapas Sukamiskin dan dirawat di rumah sakit Santosa Bandung sejak 12 Juni 2019. Novanto dijadwalkan pulang pada Jumat (14/6).

Lalu, pada Jumat (15/6) sekitar pukul 13.45 WIB, ia meminta izin kepada petugas pengawal untuk ke lantai dasar guna membayar administrasi perawatan. Novanto dirawat di lantai 8 rumah sakit tersebut. Ternyata dia diketahui pelesiran ke toko bangunan di wilayah Padalarang.


Kepergok Pelesiran, Setya Novanto Dipindah ke Lapas Gunung Sindur:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed