detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 15:07 WIB

Demokrat DKI Tolak Wacana KLB: Di Bawah SBY, Partai Masih On the Track

Rolando Fransiscus - detikNews
Demokrat DKI Tolak Wacana KLB: Di Bawah SBY, Partai Masih On the Track DPD Partai Demokrat DKI menggelar jumpa pers. (Rolando/detikcom)
Jakarta - DPD Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta secara keras menolak keras wacana Kongres Luar Biasa (KLB) yang berembus pasca-konferensi pers senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Demokrat DKI menilai di bawah kepemimpinan sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), partai berlambang mirip logo Mercy itu masih on the track.

"Kami berpandangan tidak ada kepentingan memaksa untuk KLB. Di bawah pimpinan Pak SBY, Partai Demokrat masih on the track di jalur yang tepat, sehingga usulan KLB kami tolak keras," ujar Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso saat jumpa pers di kantor DPD PD DKI, Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).



Santoso mengatakan tak ada alasan bagi Partai Demokrat untuk menggelar KLB. Menurutnya, syarat-syarat untuk menggelar KLB belumlah terpenuhi.

"Ini sebagai bukti bahwa laporan KLB ditolak karena tidak punya dasar. Kenapa ditolak oleh DPD DKI Jakarta? Karena ada syarat-syarat dilakukannya KLB. Pertama, ketua umum berhalangan tetap, saat ini tidak berhalangan tetap. Ketua umum melanggar, baik konstitusi atau perundang-undangan, ataupun yang ada di internal Demokrat, itu juga tidak dilakukan. Kemudian adanya kevakuman organisasi kepartaian secara nasional, ini juga tetap berjalan," tuturnya.

"Sehingga syarat-syarat untuk dilakukan KLB tidak terpenuhi, maka dengan itu, DPD DKI Jakarta beserta di DPC seluruh Jakarta menolak dengan tegas, karena tidak ingin menimbulkan preseden buruk di kemudian hari," sambung Santoso.

Selain itu, menurut Santoso, turunnya jumlah suara Partai Demokrat telah diprediksi sebelumnya. Mengingat pada Pilpres 2019 ini, Partai Demokrat tidak mengusung calon dari kader sendiri, sehingga Partai Demokrat tidak mendapatkan efek ekor jas.

"Kalau kita mengacu hasil survei oleh lembaga survei kredibel, kita malah di bawah 5%, tapi lolos ambang batas lolos. Tapi tidak lebih dari 5%. Tapi kita kan dapatnya 7,7%, jadi sebenernya sudah di atas perkiraan memperoleh suara," katanya.

Karena itu, Santoso menegaskan pihaknya menolak dengan tegas wacana KLB yang berembus. Dia menegaskan DPD Partai Demokrat DKI mendukung penuh SBY hingga berakhirnya masa jabatan sang ketum.

"Tetap mendukung Ketum Partai Demokrat sampai kongres 2020 sesuai masa jabatan SBY, itu yang kita ikuti," kata Santoso.



Sebelumnya, isu tersebut berembus setelah digelarnya konferensi pers senior partai yang tergabung dalam GMPPD, termasuk Max Sopacua. GMPPD kemudian menegaskan isu KLB itu hanyalah isapan jempol semata.

GMPPD meminta DPP bisa mencari jalan keluar agar partai pimpinan Ketum SBY tersebut bisa bangkit kembali. Seperti diketahui, Demokrat hanya memperoleh suara 7,7 persen dalam Pemilu 2019.



Tonton juga video Ada Kader 'Gaduh', Senior Partai Demokrat Buat Pernyataan:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com