detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 09:53 WIB

Soal Palak Wisatawan, Ibu Pedagang Canang Ngaku Salah dan Minta Maaf

Aditya Mardiastuti - detikNews
Soal Palak Wisatawan, Ibu Pedagang Canang Ngaku Salah dan Minta Maaf Foto: Pedagang canang saat dimintai klarifikasi/dok Polres Bangli Dok. Istimewa
Bangli - Ibu penjual canang yang kisahnya viral karena memalak wisatawan yang lewat di Hutan Suter, Kintamani, Bangli minta maaf. Dia mengaku salah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Saya Nyoman Widia Ningsih, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terkait postingan di fb yang viral tentang pekerjaan saya sebagai penjual canang di wilayah hutan Suter," kata Widia seperti dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @humasresbangli, Sabtu (15/6/2019).

Saat didatangi polisi dan Satpol PP di rumahnya di Banjar Surakarma, Kintamani, Widia mengakui perbuatannya salah. Widia yang memakai jaket warna oranye itu juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.



"Saya sangat menyesal atas adanya kejadian tersebut, dan saya berjanji tidak akan mengulangi ketidaknyamanan yang dialami pada saat di sana. Sekali lagi yang mohon maaf yang sebesar-besarnya. Om shanti shanti shanti om," tutur Widia sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.

Sebelumnya diberitakan, cerita wisatawan yang viral itu diunggah akun Facebook Heru Doank. Lewat akun Facebooknya dia bercerita diminta untuk membayar canang dan gelang sebagai ritual memohon keselamatan karena hutan yang akan dilewati angker.



Heru menyebut dia sempat menyerahkan uang Rp 10 ribu namun ditolak, akhirnya dia menyerahkan total Rp 90 ribu kepada ibu tersebut. Saat tiba di parkiran Pura Besakih Heru juga bertemu dengan wisatawan lain yang mengaku diminta membayar Rp 100 ribu per orang. Namun, pengakuan berbeda diberikan penjual canang tersebut kepada polisi.

"Klarifikasi kedua pelaku terhadap berita yang tersebar di media sosial FB bahwa pelaku dibilang meminta bayaran penjualan sesajen Rp 100 ribu/orang tidak benar adanya kecuali sopir atau penumpang membeli pernak-pernik lain yang dijual pelaku. Sama polisi dilakukan pembinaan dan dikasih surat teguran dari Satpol PP," kata Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi.

Selain Widia adan juga Kadek Tirtawati yang juga diberikan pembinaan dari polisi dan surat teguran dari Satpol PP setempat. Dari hasil koordinasi, pihak Satpol PP berencana melakukan penertiban pedagang canang di area Hutan Suter.

"Dari hasil koordinasi dengan pihak satpol PP bahwa pihak satpol PP akan membongkar semua tempat yang dipergunakan untuk berjualan canang yang berada di kawasan hutan Suter. Terhadap pelaku di berikan surat peringatan dari pihak satpol PP agar pelaku tidak melakukan perbuatan yang sama," jelas Sulhadi.



Tonton juga video Kenaikan Tiket Transportasi Tak Pengaruhi Jumlah Wisatawan Pulau Pari:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com