detikNews
2019/06/14 20:10:27 WIB

Round-Up

Klaim Rommy: Sering Kasih Nama ke Lukman, Bantah Titipan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Klaim Rommy: Sering Kasih Nama ke Lukman, Bantah Titipan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang telah berstatus tersangka di KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Bantahan kembali disampaikan Romahurmuziy soal titipan pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Namun mantan Ketua Umum PPP yang karib disapa Rommy itu mengamini bila kerap mengusulkan nama-nama pada Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Peran Rommy itu sebelumnya dibeberkan KPK dalam surat dakwaan untuk Haris Hasanudin dan Muhammad Muafaq Wirahadi. Dua orang itu merupakan mantan pejabat di lingkungan Kemenag yang diyakini KPK memberikan suap ke Rommy.

"Untuk memperlancar keikutsertaan terdakwa (Haris Hasanudin) dalam seleksi jabatan sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, terdakwa bermaksud meminta bantuan langsung kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, namun karena terdakwa sulit menemuinya maka oleh Musyaffa Noer atau Ketua DPP PPP Jawa Timur disarankan menemui Muchammad Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP mengingat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah kader PPP yang mempunyai kedekatan khusus dengan Muchammad Romahurmuziy," ucap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5) lalu.




Menanggapi itu Rommy mengaku sebagai anggota DPR kerap mendapatkan masukan tentang orang-orang yang dianggapnya mumpuni mengemban amanah. Hal itu pun diteruskan Rommy ke Lukman.

"Sebagai tokoh masyarakat, saya sering berkeliling nusantara dan tidak jarang saya menerima masukan dari berbagai pihak yang mengusulkan sejumlah nama dan nama-nama itu saya usulkan ke Pak Menteri (Lukman) sebagai kewajiban saya, sebagai anggota DPR, dan ada nama yang kebetulan berkesesuaian apa yang kemudian akhirnya diputuskan Pak Menteri, ada juga yang ditolak dan tidak sedikit, begitu," kata Rommy pada hari ini, Jumat (14/6/2019).

"Bukan atas titipan saya (bila Haris dipilih mendapatkan jabatan tertentu)," imbuh Rommy.

Bila berdasar pada surat dakwaan, perbuatan Rommy itu dilandasi adanya pemberian uang. Namun Rommy tetap membantah. Bagaimana bantahannya?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com