detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 17:15 WIB

Wali Kota Semarang akan Hidupkan Kembali Kawasan Heritage

Tia Reisha - detikNews
Wali Kota Semarang akan Hidupkan Kembali Kawasan Heritage Foto: Istimewa
Semarang - Pemerintah Kota Semarang terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang salah satunya dilakukan melalui revitalisasi kawasan heritage. Saat ini revitalisasi kawasan heritage masih berfokus pada penataan Kota Lama dan revitalisasi Pasar Johar.

Setelah dua lokasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang berencana merevitalisasi Pecinan Kota Semarang, bahkan detail engineering design (DED) juga sudah ada.

"Kawasan-kawasan ini akan dihidupkan kembali untuk menjadi sebuah kawasan wisata heritage di Kota Semarang yang terintegrasi," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulis, Jumat (14/6/2019).

Ia juga mengungkapkan bahwa wisata heritage di Kota Semarang tak hanya terbatas pada kawasan arsitektur Eropa di Kota Lama, melainkan masih banyak lokasi yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan.


"Selain itu (Kota Lama), masih banyak lokasi bersejarah yang bisa dikembangkan untuk wisata. Masih ada kawasan Kauman, Pekojan, Pecinan, dan Kampung Melayu," ujar Hendi.

Ia pun berharap kawasan heritage terintegrasi ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di sektor sejarah, terlebih saat ini revitalisasi Kota Lama telah mencapai 95% dan menurutnya makin menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengungkapkan bahwa revitalisasi Pecinan sudah memiliki detail engineering design (DED), sedangkan revitalisasi Kampung Melayu masih dalam proses perencanaan awal. Ia juga menyampaikan salah satu yang menjadi fokus adalah perbaikan menara di Masjid Kampung Melayu.

"Untuk Kampung Melayu kita sebentar lagi akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk kemudian kita teruskan ke DED dan nantinya juga ada pembangunan fisiknya," ungkap Irwansyah.


Kota Semarang memiliki sejarah panjang sebagai kota melting point beragam suku dan etnis. Kondisi tersebut membawa implikasi hadirnya sejumlah budaya dan arsitektur bangunan di beberapa perkampungan tempat etnis tersebut bermukim seperti Kampung Pecinan, Kampung Kauman, Kampung Eropa, Kampung Pekojan, dan Kampung Melayu. Ragam etnis, budaya, dan peninggalan bangunan pun menjadi modal untuk memikat wisatawan.

"Prinsipnya dalam proses pembangunan kota tidak boleh ada bangunan yang tidak berfungsi. Kita juga sudah tahu bangunan cagar budaya setelah diolah bisa menjadi potensi," ujar Irwansyah.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com