detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 09:00 WIB

Prabowo Kutip Pengamat Asing Bila Jokowi Bergaya Orba, TKN: Nggak Nyambung!

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Prabowo Kutip Pengamat Asing Bila Jokowi Bergaya Orba, TKN: Nggak Nyambung! Ahmad Rofiq (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut Joko Widodo (Jokowi) bergaya otoriter orde baru dengan mengutip pandangan pengamat asing dalam gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai tudingan tim hukum Prabowo-Sandiaga tak relevan.

"Tuduhan BW yang mengatakan bahwa pemerintahan Pak Jokowi sangat otoriter seperti yang disampaikan oleh pengamat asing tentu tidak relevan. Apalagi itu dijadikan sebagai salah satu alasan untuk mengajukan gugatan ke MK. Sama sekali nggak nyambung," kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Ahmad Rofiq kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).



Rofiq meminta Tim Hukum Prabowo untuk tak terus-menerus membuat opini yang menyesatkan publik. Dia juga meminta agar tim yang akan mewakili Prabowo-Sandiaga di MK itu untuk fokus menghadapi persidangan.

"Seharusnya BW dkk mempersiapkan diri dan focus dalam menghadapi persidangan-persidangan yang akan dilakukan di MK dengan materi-materi yang mempunyai relevansi dengan hasil pemilu yang telah diumumkan oleh KPU. Tidak membuat bias materi-materi yang diperlukan," ujarnya.

"Sajikanlah fakta hukum dengan data-data, jangan membuat opini-opini yang menyesatkan. Opini yang menyesatkan ini justru akan merusak kultur demokrasi yang sudah terbangun dengan baik ini. Rakyat sudah memutuskan jangan lagi digiring dengan opini yang membuat chaos rakyat. Ini berbahaya sekali," lanjut Rofiq.

Politikus Perindo itu menegaskan, selama ini Jokowi selalu menjunjung tinggi penegakan hukum di Indonesia. Menurut Rofiq, 'bau' Orde Baru tak ada di pemerintahan Jokowi.

"Pemerintahan Jokowi sangat clear, tidak pernah menggunakan hukum sebagai alat tekan atau menyerang lawan. Justru penegakan hukum dilakukan agar rakyat Indonesia disiplin dan tertib aturan. Selama Pak Jokowi memimpin beliau tidak pandang bulu. Siapa pun yang melanggar aturan maka hukum harus berdiri tegak," kata Rofiq.



Pandangan pengamat asing yang dikutip Prabowo-Sandiaga dalam gugatannya adalah milik Tom Power. Menurut Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, dalam makalahnya di konferensi tahunan 'Indonesia Update' di Canberra, Australia pada september 2018, Tom Power menyoroti hukum kembali digunakan oleh pemerintahan Jokowi untuk menyerang dan melemahkan lawan politik.

"Sejalan dengan pandangan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo mempunyai gaya pendekatan otoritarian seperti Orde Baru adalah pendapat dari Tom Power, kandidat doktor dari Australian National University yag risetnya terkait dengan politik di Indonesia, termasuk gaya pemerintahan Joko Widodo," demikian bunyi dalil gugatan yang ditandatangani oleh Bambang Widjojanto (BW) dkk sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (12/6/2019).



Tonton juga video Prabowo Minta Pendukungnya Tak Perlu Datang ke MK:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed