DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 08:05 WIB

Yunarto Wijaya dan Keluarga Maafkan Pelaku yang Disuruh Membunuhnya

Faiq Hidayat - detikNews
Yunarto Wijaya dan Keluarga Maafkan Pelaku yang Disuruh Membunuhnya Yunarto Wijaya (Foto: Ari Saputra)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengaku sudah memaafkan pelaku yang menargetkan membunuhnya. Dirinya dan keluarganya juga tidak mempunyai dendam apapun terhadap pelaku tersebut.

"Saya pribadi dan keluarga sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun baik kepada perencana maupun eksekutor," kata Yunarto kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

"Situasi ini membuat saya belajar kembali tentang apa itu kasih. Memaafkan orang yang memusuhi kita membuat saya merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan yang diberikan- Sang Empunya," imbuh dia.



Yunarto juga mengapresiasi langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif. Menurut dia, proses hukum harus dipercayakan kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi.

"Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya buat langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif. Mari kita percayakan proses hukum berjalan tanpa diiringi oleh tekanan dan ujaran kebencian dari pihak manapun," tutur dia.

Menurut dia, demokrasi di Indonesia harus dijaga agar tidak tercemar oleh ujaran kebencian. Selain itu, politik identitas telah terjadi di berbagai negara, tapi bukan suatu yang diharapkan.

"Tercemar dengan aneka rupa kebohongan yang anti terhadap keberagaman. Permainan politik identitas dalam perhelatan demokrasi harus diakui sering terjadi di terjadi berbagai negara, meski bukan sesuatu yang diharapkan. Tapi, ketika dilumuri dengan berbagai ujaran kebencian dan hoaks, hasil akhirnya adalah terkoyaknya modal sosial kita sebagai bangsa. Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang," jelas dia.



Yunarto meminta seluruh pihak terus mencintai Indonesia dan menjaga persatuan serta kesatuan. "Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia. Memperkuat persatuan dan merawat kebinekaan dalam satu tarikan nafas sebagai manusia Indonesia," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut ada 1 bos lembaga survei yang menjadi target pembunuhan. Kini, polisi mengungkap identitas target para pelaku.

"Adanya persesuaian keterangan saksi 1 dan lain dan persesuaian keterangan saksi dan barang bukti, persesuaian keterangan tersangka dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei," kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, dalam video pengakuan tersangka, IR mengaku mendapat perintah untuk membunuh Yunarto Wijaya. Dia diberi alamat dan foto Yunarto.

"Pak Kivlan keluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto, lembaga quick count, dan Pak Kivlan berkata pada saya, 'Coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan videokan.' 'Siap,' saya bilang," ucap IR.



Tonton video Eksklusif! Iwan Buka-bukaan Diorder Kivlan Zen Bunuh Luhut & Wiranto:

[Gambas:Video 20detik]


(fai/rvk)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed