detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 17:18 WIB

Berharap Waduk Pluit Dibenahi Jadi Objek Wisata, Warga Teringat Ahok

Rolan - detikNews
Berharap Waduk Pluit Dibenahi Jadi Objek Wisata, Warga Teringat Ahok Kondisi Waduk Pluit (Foto: Rolan/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pemeliharaan sendimen di Waduk Pluit, Jakarta Utara. Warga pun berharap Waduk Pluit dikelola dengan baik agar menjadi objek wisata.

Salah satu warga, Fandi, memuji langkah Pemprov DKI yang melakukan pemeliharaan sendimen. Dia berharap ada tambahan sheet pile atau beton penyangga pinggir waduk agar longsor tak terjadi.

"Bagus sih (dikeruk) tapi sudah diginiin (dikeruk) longsor lagi. Harusnya ada tiang (tanggul) lagi. Longsornya di bagian pinggir, sudah diuruk, nanti amblas lagi," ucap Fandi yang berada di sekitar waduk, Selasa (11/6/2019).



Dia menyebut tanpa Waduk Pluit, maka Jakarta sangat rawan banjir. Menurutnya, sejak Waduk Pluit dibenahi dan ukurannya menjadi lebih luas, banjir tak lagi terjadi.

"Kalau tidak seperti ini, Jakarta banjir. Kan larinya (air) ke sini semua. Semenjak (waduk dibenahi) tidak ada banjir. Dulu kan kecil," sebutnya.

Fandi lalu teringat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang disebutnya memulai memasang dinding beton di sisi waduk.

"Kalau tidak ada Ahok, tidak seperti ini. Zamannya Ahok kan ini. Tadinya kan mau ditanggul semua, tapi ini baru separuh," tutur Fandi.

Warga lainnya, Leo, yang juga berada di sekitar Waduk Pluit berharap Waduk Pluit dibenahi. Tujuannya, agar Waduk Pluit bisa menjadi tempat wisata.


"Ini seharusnya nggak gini (sedimen menumpuk). Kalau dikelola dengan baguskan bisa jadi tempat wisata. Seperti di tempat lain," ujar Leo.

Seorang warga lain, Kartono, mengatakan sebelumnya tidak terlihat ada sedimen di Waduk Pluit. Namun, dia menilai kondisi sendimen di Waduk Pluit saat ini sudah lebih baik.

"Ini saya lagi lihat-lihat saja. Sebelumnya tidak (ada sedimen), ini agak mendingan," ujarnya.

Menurut Kartono, sedimen tidak muncul setiap tahun. Dia membandingkan kondisi waduk yang dulunya, menurut Kartono, dipenuhi eceng gondok.

"Tidak setiap tahun seperti ini (sedimen). Dulu lebih parah lagi penuh sama eceng gondok. Sekarang ini saja sudah agak mendingan. Tapi kalau pagi mah penuh eceng gondok," tutur Kartono.

"Setiap pagi selalu dikeruk. Karena setiap pagi muncul eceng gondok," sambungnya.



Sebelumnya, Pemprov DKI tengah melakukan pemeliharaan terhadap Waduk Pluit. Hal itu dilakukan lantaran sepertiga luas waduk tersebut mengalami pendangkalan.

Masalah pendangkalan itu pun membuat sedimen harus segera dikeruk. Pasalnya, kondisi cuaca di DKI Jakarta beberapa hari belakangan yang diguyur hujan membuat Waduk Pluit harus segera dikosongkan sampai dengan air dalam kondisi Low Water Level.

Dengan melakukan pengerukan hingga tingkat Low Water Level, diharapkan Waduk Pluit dalam kondisi siap untuk menampung air ketika hujan datang maupun kiriman aliran sungai dari hulu.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed