detikNews
2019/06/10 22:05:45 WIB

Round-Up

Babak Baru Kasus BLBI

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Babak Baru Kasus BLBI Gedung KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) memasuki babak baru. KPK merilis secara resmi keputusannya menetapkan Sjamsul Nursalim dan istri sebagai tersangka kasus tersebut.

Babak baru kasus BLBI sebetulnya sudah terkuak sejak akhir Mei 2019 ini. Kala itu, pimpinan KPK mengumumkan bahwa status kasus yang menimbulkan kerugian negara Rp 4,58 triliun naik ke tahap penyidikan.

"Iya, sudah (naik penyidikan)," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019). Namun Alex tidak menyebutkan inisial tersangkanya.

Sidang kasus BLBI dengan terdakwa Syafruddin Tumenggung.Sidang kasus BLBI dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung. (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Hampir dua pekan kemudian, tepatnya 10 Juni, KPK mengumumkan inisial tersangka baru kasus BLBI. Ada dua inisial, yakni SJN dan ITN.

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK membuka penyidikan baru, dugaan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Syafruddin Arsyad Tumenggung, selaku Kepala BPPN dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku Obligor BLBI kepada BPPN dengan tersangka yaitu SJN (Sjamsul Nuraslim) sebagai pemegang saham pengendali BDNI dan ITN (Itjih Nursalim) swasta," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/6).

Sjamsul dan istrinya disangka merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,58 triliun. Keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed