detikNews
Kamis 06 Juni 2019, 17:17 WIB

Silaturahmi AHY Dianggap Memutus Sejarah Ketegangan Megawati-SBY

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Silaturahmi AHY Dianggap Memutus Sejarah Ketegangan Megawati-SBY Pertemuan AHY-Ibas dengan Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. Tim AHY)
Jakarta - Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta adiknya yang juga kader PD, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), bersilaturahmi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Silaturahmi itu dinilai memutus sejarah ketegangan politik antara Megawati dan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono.

"AHY ingin memutus dendam atau ketegangan politik sejarah SBY dengan Mega," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sujito saat dihubungi, Kamis (6/6/2019).

Arie menekankan ada dua makna penting dari silaturahmi AHY ke Jokowi dan Megawati pada momentum Lebaran kali ini. Yang pertama sebagai proses rekonsiliasi politik pasca-Pilpres 2019.

"Politik yang kemarin menegangkan, (saat) Pemilu 2019 dengan formasi politik yang ada, Demokrat ini kan sedang menghadapi situasi tidak jelas, di persimpangan. Dulu 2014 juga mengalami itu. Nah, 2019 ini adalah pelajaran bagi Demokrat. Jadi menurutku, jalan yang ditempuh oleh AHY mendekati Jokowi itu bagian dari upaya untuk membangun rekonsiliasi," katanya.

Silaturahmi AHY Dianggap Putuskan Sejarah Ketegangan Megawati-SBYPertemuan AHY dengan Jokowi di Istana Negara (Noval/detikcom)
Menurut Arie, politik SBY bukanlah politik oposisi dan bukan juga politik konfrontasi. Untuk itu, wajar jika AHY menempuh jalur rekonsiliasi dengan menemui Jokowi dan Megawati.


Sementara itu, pernyataan Prabowo Subianto yang mengungkit pilihan politik Ani Yudhoyono saat melayat ke kediaman SBY telah dirasakan sebagai sebuah pukulan bagi keluarga Yudhoyono. Pernyataan Prabowo itu telah dirasa secara psikologi politik bagi oleh SBY. Hal ini menjadi makna kedua yang penting dari pertemuan AHY dengan Jokowi dan Megawati.

"Itu kemarin itu pukulan yang cukup telak pada keluarganya SBY. Nah, itu menjadi alasan mengapa dua hal itu dijadikan sebagai alasan oleh AHY untuk silaturahmi ke Presiden Jokowi sama Ibu Mega," tuturnya.


Arie menilai pertemuan AHY dengan Jokowi dan Mega telah membuat ketegangan politik Mega dengan SBY hanya menjadi sebuah fakta historis politik yang tidak berlanjut. Dia pun menilai Megawati dan SBY telah merasa ketegangan politik keduanya menjadi kontraproduktif bagi karir politik anak-anaknya.

"Karena itu, menurut saya, penasihatnya AHY itu memanfaatkan pertemuan SBY dengan Mega waktu melayat (pemakaman Ibu Ani) itu, itu sekaligus ditambah Jokowi sangat welcome, untuk membangun rekonsiliasi dan memutus ketegangan politik sejarah yang pernah dibuat orang tuanya," imbuhnya.

"Karena itu, mungkin bakal sering ketemu AHY sama Puan Maharani, nanti pasti ke depan (akan sering ketemu)," lanjutnya.



Simak Juga 'AHY-Ibas Silaturahmi ke Kediaman Megawati':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com