detikNews
Kamis 06 Juni 2019, 11:06 WIB

Airnav Makassar Terima 28 Laporan Balon Udara Ganggu Penerbangan

Moehammad Bakrie - detikNews
Airnav Makassar Terima 28 Laporan Balon Udara Ganggu Penerbangan Fotobalon udara: Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang MATC (Bakrie-detikcom).
Makassar - Airnav Cabang Makassar, Sulawesi Selatan menerima laporan dari para pilot pesawat terkait adanya balon udara yang mengganggu penerbangan. Dari 28 laporan yang diterima, 13 laporan merupakan gangguan balon udara yang masuk dalam wilayah pengendalian Airnav Makassar.

"Jadi kemarin itu kita terima laporan sebanyak 28 terkait masalah balon udara. Dari 28 laporan, 13 itu masuk dalam areal pengendalian kami di sini. Selebihnya itu masuk dalam areal kontrol kami seperti di Yogya, Semarang dan Surabaya," kata Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang MATC, Davitson Aritonang, Kamis (6/6/2019).

Dikatakan Davitson, pihaknya bersama direktorat navigasi udara telah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya balon udara bagi penerbangan. Sosialisasi khususnya dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara raksasa saat lebaran seperti Wonosobo dan Pekalongan.

"Saat Ramadhan lalu, kita sudah sosialisasi langsung ke masyarakat seperti di Wonosobo dan Pekalongan terkait bahaya balon udara bagi penerbangan kita. Tahun lalu itu laporan masuk mulai H-2 sampai hari H," lanjutnya.

Ia menjelaskan, balon udara yang masuk ke dalam mesin pesawat bisa membuat mesin pesawat mati, terbakar dan bahkan meledak. Jika ia nyangkut di ekor atau sayap, pesawat akan sulit dikendalikan. Selain itu, balon udara juga dapat mengganggu jarak pandang pilot.

"Intinya sangat membahayakan bagi penerbangan. Yang paling fatal itu, mesin pesawat bisa mati seketika kalau balonnya masuk ke mesin. Makanya kami terus mengimbau warga untuk tidak menerbangkan balon udara," ujarnya.


Tahun sebelumnya, laporan yang diterima oleh Makassar Air Traffic Service Control (MATSC) mencapai 20 laporan. Artinya, balon itu terbang hingga mencapai ketinggian di atas 25 ribu kaki. Sementara total laporan yang diterima AirNav Indonesia, sebanyak 71 laporan.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com