detikNews
2019/05/29 17:19:17 WIB

Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim Senior

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim Senior Prof Dr Saldi Isra (ari/detikcom)
Jakarta - Capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kini menggantungkan nasib ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apakah permohonannya menjadi presiden-wapres dikabulkan ataukah ditolak? Lalu, siapa saja yang akan menghakimi keduanya?

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, Rabu (29/5/2019), kasus ini akan diadili 9 hakim konstitusi. Empat di antaranya profesor hukum yang juga hakim dan 5 lainnya hakim senior. Berikut ini datanya:

1. Prof Aswanto
Selain sebagai hakim konstitusi dan Wakil Ketua MK, ia sehari-hari merupakan guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Guru besarnya di bidang hukum pidana.

Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim SeniorProf Aswanto (ari/detikcom)

Masa baktinya di MK merupakan masa bakti lima tahun kedua, yang mulai duduk di kursi MK pada 2014.

2. Prof Arief Hidayat
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim SeniorProf Arief Hidayat (rengga/detikcom)

Guru besar di bidang hukum tata negara Universitas Diponegoro (Undip) ini merupakan hakim konstitusi periode kedua. Pertama kali menjadi hakim konstitusi pada 1 April 2013 dan sempat menjadi Ketua MK.

3. Prof Saldi Isra
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim SeniorProf Saldi Isra (ari/detikcom)

Seperti Arief, Saldi juga guru besar di bidang hukum tata negara. Selain tercatat sebagai guru besar Universitas Andalas (Unand) Padang, ia aktif menulis dan mengisi berbagi panggung diskusi sebelum menjadi hakim konstitusi pada 1 April 2017.

4. Prof Enny Nurbaningsih
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim SeniorProf Enny (ari/detikcom)

Guru besar UGM Yogyakarta ini paling terakhir dibanding 8 hakim konstitusi lainnya yang masuk MK, yakni pada 2018. Sebelumnya, ia menjadi Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkum HAM.

"Putusan MK dapat menentukan sejak seseorang masih dalam kandungan hingga meninggalnya seseorang. Misalnya putusan mengenai hukuman mati atau putusan mengenai anak di luar nikah. Itu artinya putusan MK sangat menentukan hak seseorang," kata Enny menyoal tentang pentingnya putusan MK.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com