detikNews
2019/05/28 22:37:30 WIB

Staf Jokdri Akui Diperintah Hancurkan Dokumen Keuangan

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Staf Jokdri Akui Diperintah Hancurkan Dokumen Keuangan Staf Joko Driyono memberi keterangan di sidang kasus mafia bola. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Staf Joko Driyono, Salim, mengaku diperintahkan menghancurkan dokumen terkait laporan keuangan PT Liga Indonesia, tetapi tidak diketahui dokumen tahun berapa yang dihancurkan. Perintah itu dia dapatkan dari mantan staf keuangan PT Liga Indonesia, Subekti.

"Itu sebelum kejadian. Jam 8 sebelum datang polisi. Karena mesin penghancur kertasnya, kalau sudah panas, langsung mati. Dokumen berkas keuangan yang sudah nggak bisa dipakai," kata Salim saat bersaksi untuk Jokdri di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

"Yang disuruh dimusnahkan laporan keuangan PT Liga yang lama," imbuhnya.


Salim merupakan office boy (OB) di PT Liga Indonesia. Ia mengaku menghancurkan dokumen kertas tersebut pada Rabu (30/1) hingga Kamis (31/1). Akan tetapi serpihan bekas kertas dipotong masih dapat ditemukan di pantri saat polisi melakukan penggeledahan pada Jumat (1/2). Salim mengatakan berkas yang dihancurkan itu tidak sempat dihancurkan semua karena sebelumnya, pada Kamis, ada gangguan mati listrik di kantornya.

"Sampahnya saya sudah buang, tapi masih ada satu bundel yang masih dihancurin. Saya lupa ngebersihin, Pak," ujarnya.

Ia diminta oleh mantan Direktur Keuangan PT Liga Indonesia Subekti terkait dokumen keuangan kantornya. Saat ini, menurut Salim, Subekti sudah pindah menjadi pengurus di Persija.


"Dulu kasir keuangan PT Liga Indonesia. Sekarang kasir Persija," sambungnya.

Namun Salim tidak dapat memastikan dokumen tahun berapa yang diminta dihancurkan. Salim mengaku tidak membaca dulu dokumen yang diminta dihancurkan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com