DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 20:28 WIB

Fadli Terima Seknas Prabowo-Sandi, Bahas Ambulans Gerindra di 22 Mei

Tsarina Maharani - detikNews
Fadli Terima Seknas Prabowo-Sandi, Bahas Ambulans Gerindra di 22 Mei Seknas Prabowo-Sandi menemui Fadli Zon. Mereka mengadu soal ambulans Gerindra yang ditemukan polisi berisi batu saat aksi 22 Mei. (Tsarina Maharani/detikcom)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima kedatangan perwakilan Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka mengadukan soal ambulans berlogo Gerindra yang ditemukan membawa batu terkait aksi 22 Mei 2019.

Pertemuan digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2019). Koordinator relawan Seknas Prabowo-Sandi, Endah Farida, membantah ambulans Gerindra itu sengaja membawa batu.

Endah mengaku berada di Seknas Prabowo-Sandi pada Rabu (22/5). Kala itu, kata dia, ada tiga mobil ambulans Gerindra yang datang dari tiga daerah berbeda.


Ketiganya dicek terlebih dahulu di Seknas Prabowo-Sandi di Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut dia, saat pengecekan, tidak ada mobil ambulans yang membawa batu. Endah menegaskan mobil ambulans yang datang memenuhi standar medis.

"Kebetulan pas tanggal 22 pagi ambulans Gerindra datang tiga. (Dari) Purwakarta, Tasik, dan Karawang. Saya tanya di mana ambulansnya, ditunjukkan. Saya tanya bawa tim medis nggak, karena dari kamu juga sedikit. Kami juga cek tiga ambulans, nggak ada namanya batu atau sajam lainnya," kata Endah.

"Saya jamin tiga ambulans itu. Saya yang menerima," tegas dia.


Fadli mengamini pernyataan Endah. Menurut dia, tidak benar mobil ambulans Gerindra membawa batu. Ia pun menduga ada oknum yang sengaja ingin mencoreng nama baik Gerindra.

"Saya kira ini ada upaya melakukan suatu framing. Apalagi kalau dilihat ini batunya ada 10. Ada (logo) Gerindranya ambulans, seperti teroris diperlakukannya. Ada senjata laras panjang, aparatnya. Saya kira ini keterlaluan ya, lebay dan berlebihan," ujar Fadli.

"Jadi jangan berusaha melakukan framing seperti itu, karena saya kira ini adalah framing yang jahat yang dilakukan oknum-oknum itu," imbuh politikus Gerindra itu.


Lantas, apa langkah selanjutnya yang akan ditempuh Gerindra dan tim Prabowo-Sandi?

"Saya kira dari Seknas sendiri sudah ada bantuan hukum. Saya kira mereka ini orang-orang yang tidak bersalah. Jadi saya kira jangan dikriminalisasi karena mereka menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu mereka yang menjadi korban," ujar Fadli.

Ambulans berlogo Gerindra itu ditemukan membawa batu terkait kerusuhan 22 Mei di Jl Sabang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5) dini hari. Saat ini polisi telah mengamankan tiga orang.


Ketiga tersangka adalah Yayan Hendrayana alias Yayan (59), Obby Nugraha alias Obby (33), dan Iskandar Hamid (70). Polisi menyebut mobil ambulans tersebut dikirim ke Jakarta atas perintah Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya.

Belakangan diketahui kepemilikan mobil itu tercatat atas nama PT Arsari Pratama. "Mobil ini atas nama PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5).
(tsa/jbr)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed