DetikNews
2019/05/27 20:06:53 WIB

Round-Up

Rencana Perusuh: Ke Tanah Abang, Serang Petamburan, Ambil Upah dari Ambulans

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rencana Perusuh: Ke Tanah Abang, Serang Petamburan, Ambil Upah dari Ambulans Kondisi rusuh di Jl Brigjen Katamso, Slipi, pukul 19.30 WIB. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Polisi memaparkan serangkaian cerita di balik operasi para perusuh saat merusuh di beberapa titik di Jakarta. Rangkaian itu dimulai, salah satunya, saat para perusuh menumpang KRL dari Stasiun Rangkasbitung hingga tiba Stasiun Tanah Abang.

Para perusuh datang dari berbagai daerah di luar Jakarta. Saat tiba pada Selasa (21/5) pagi, mereka merusak sejumlah fasilitas di Stasiun Tanah Abang. Namun belum ada aksi mencolok yang dilakukan. Lantas sebagian di antara mereka pergi ke Bawaslu. Sedangkan sebagian lagi bersiaga untuk menyerang asrama Brimob di Petamburan.



"Ya salah satunya (ada rombongan dari Rangkasbitung)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (27/5/2019).

"Bukan 22. Tanggal 21. Tanggal 21 pagi ya. Dia makanya itu masuknya itu dari Stasiun Tanah Abang. Dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dari Banten, masuk ke Tanah Abang," ujar dia.

Lalu pada tanggal 22 Mei, rombongan lain datang, masih lewat Tanah Abang. Rombongan ini melakukan perusakan di stasiun dan merangsek ke Bawaslu.

"Jebol Stasiun Tanah Abang, langsung masuk ke Bawaslu, masuk ke Bawaslu langsung nyerang ke Petamburan. Makanya di tanggal 22 itu sempat disetop, ditutup Stasiun Tanah abang, karena Stasiun Tanah Abang kita deteksi dia pintu masuk dari para perusuh," tutur dia.



Polri menyebut salah satu alasan para perusuh menyerang asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Barat, pada 22 Mei adalah merebut amunisi dan senjata polisi. Para perusuh itu sudah memetakan jumlah polisi yang berada di asrama Brimob.

"Ya, salah satu sasarannya adalah menyerbu asrama Mako Brimob, untuk merebut senjatanya, untuk melakukan tindakan yang lebih berbahaya lagi. Karena di situ kekuatan hanya 50 dan sebagian besar hanya wanita dan anak-anak kecil yang bisa bertahan di situ," kata Dedi.

Sementara itu, terungkap pula bagaimana para perusuh ini mengambil upahnya. Sebuah video merekam kejadian yang memperlihatkan aktivitas orang-orang yang berbondong-bondong mengerumuni sebuah mobil ambulans pada Rabu (22/5) malam. Terlihat dalam video itu, ambulans tancap gas dan kerumunan orang berhamburan dan berlari setelah ambulans pergi.

Video tersebut tertulis rekaman CCTV dari arah Bali Tower. Video itu dilengkapi narasi pembagian amplop kepada perusuh pada 22 Mei 2019, pukul 01.57 WIB. Pembuat video itu menulis amplop uang diangkut menggunakan mobil ambulans parpol.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed