detikNews
Senin 27 Mei 2019, 15:53 WIB

Harimau Tewaskan Pekerja HTI di Riau Tak Dievakuasi, BBKSDA: Itu Habitatnya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Harimau Tewaskan Pekerja HTI di Riau Tak Dievakuasi, BBKSDA: Itu Habitatnya Ilustrasi Harimau. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch)
Pekanbaru - Harimau liar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau menyerang dan menewaskan pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI). Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum berniat mengevakuasi harimau lantaran lokasi penyerangan merupakan habitat harimau tersebut.

"Sampai saat ini kita belum ada niat untuk mengevakuasi harimau yang telah menyerang dan menewaskan pekerja di sana (Inhil)," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (27/5/2019).

Haryono menjelaskan, harimau yang menyerang pekerja di areal HTI PT RIA di Kabupaten Inhil, merupakan satwa yang hidup di habitatnya. Harimau yang ada di kawasan HTI satu gugusan dengan kawasan hutan suaka margasatwa Kerumutan.

"Jadi harimau itu berasal dari SM Kerumutan. Lokasi pekerja yang diserang harimau hingga tewas, masih satu hamparan Kerumutan," kata Haryono.



Karena itulah, pihak BBKSDA Riau belum ada niat untuk memburu harimau tersebut untuk dievakuasi. Karena lokasi yang ada saat ini merupakan wilayah jelajah harimau Sumatera.

"Lha itukan memang habitat harimau. Makanya kita belum ada niatan untuk mengevakuasinya. Lokasi tersebut jelas habitat harimau, mau dievakuasi kemana lagi, kan itu kawasan hutan," kata Haryono.

Menurut Haryono, timnya saat ini masih berada di lokasi tempat penyerangan harimau tersebut. Tim BBKSDA Riau melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak melakukan perburuan terhadap harimau tersebut.

"Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat. Hindari lokasi tempat penyerangan tersebut, kami juga sudah minta pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas di lokasi tersebut," kata Haryono.



Pascapenyerangan harimau tersebut, hingga kini puncak predator tersebut belum kelihatan.

"Belum pernah kelihatan (pasca menyerang manusia) dan tidak tertangkap kamera trap kita. Sekali kali lagi, kami tidak akan mengevakuasi harimau itu, karena memang itu alamnya," tutup Haryono.
(cha/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com