detikNews
Minggu 26 Mei 2019, 18:15 WIB

Soal Bukti Link Berita, Sandiaga: Tentunya akan Dilengkapi

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Soal Bukti Link Berita, Sandiaga: Tentunya akan Dilengkapi Sandiaga Uno (Foto: Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Bukti link berita yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga ke Mahkamah Konstitusi (MK) diragukan kubu Jokowi. Bagi Sandiaga Uno, bukti dari timnya pasti bisa membongkar kecurangan yang dicurigainya.

"Biar nanti tim hukum yang menjelaskan, tapi bukti-bukti yang kita sampaikan insyaallah akan membuka tabir dari penyimpangan penyimpangan yang ditemui di lapangan," kata Sandiaga di Jakarta Convention Center, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/5/2019).


Sandiaga mengatakan bukti-bukti itu nantinya akan dilengkapi. Dia juga yakin pembuktiannya akan dibahas lebih mendalam saat sidang.

"Ini kan merupakan tuntutan dari masyarakat. Tentunya akan dilengkapi satu per satu bukti-bukti tersebut, kita harapkan bukti-bukti tersebut akan dikupas pada persidangan nanti," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan berkas permohonan yang didapat detikcom, Minggu (26/5/2019), tim hukum mencoba membuktikan dalil Pilpres 2019 adalah pemilu yang dilakukan penuh kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Hal itu diukur dari penyalahgunaan APBN, ketidaknetralan aparat, penyalahgunaan birokrasi, pembatasan media, serta diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum. Untuk membuktikan dalilnya, tim hukum Prabowo-Sandi menyertakan banyak bukti link berita.


Direktur Hukum dan Advokasi TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan, menilai tim hukum 02 itu tidak serius dan kurang persiapan ketika mengajukan gugatan. Menurut dia, tautan atau link berita tidak cukup kuat dijadikan dasar pembuktian kecurangan Pilpres 2019. Irfan mengatakan seharusnya tim hukum Prabowo-Sandi mampu menyajikan bukti primer. Irfan pun menduga gugatan yang diajukan Prabowo-Sandi bakal ditolak MK.

"Buktinya itu harus dibuktikan secara materiil, bukan formil. Kalau yang diajukan alat buktinya media online itu kan hanya secara formil saja. Saya berkeyakinan kalau hanya mengandalkan link berita online, ditolak MK," ujarnya.


Simak Juga 'Perlawanan Terakhir Prabowo-Sandi untuk Pilpres di Last Minute':

(imk/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed