detikNews
Minggu 26 Mei 2019, 10:48 WIB

Sandi Sebut Korupsi RI Memprihatinkan, TKN Minta Setop Sandiwara

Tsarina Maharani - detikNews
Sandi Sebut Korupsi RI Memprihatinkan, TKN Minta Setop Sandiwara Sandiaga Uno-Foto: Rifkianto Nugroho
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Sandiaga Uno mengamini pernyataan sang ketua tim hukum, Bambang Widjojanto (BW), soal korupsi di Indonesia dan menyebutnya dalam kondisi memprihatinkan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meminta Sandiaga berhenti bersandiwara.

"Sandi, berhentilah bersandiwara. Kampanye sudah usai. Jangan membenarkan apa yang disampaikan oleh Bambang Widjojanto (BW) dengan alasan kekhawatiran tentang Mahkamah Konstitusi bagian dari rezim korup," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).


Menurut Ace, apa yang disampaikan BW soal rezim korup merupakan upaya unutk menggiring opini publik terhadap MK. Ia menyebut BW seolah meragukan kredibilitas dan integritas para hakim MK.

Pada Jumat (24/5), saat mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke MK, BW berharap MK tidak menjadi bagian dari rezim korup. BW bersama tim hukum Prabowo-Sandi menggugat hasil pilpres karena menilai ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Belum apa-apa BW sudah meragukan kredibilitas dan integritas hakim MK. MK adalah lembaga negara yang merdeka dan sudah teruji kemandiriannya dalam proses pengambilan putusan. Sehingga tidak bisa didikte oleh intimidasi opini dan juga cara-cara mobokrasi dengan tekanan mobilisasi massa yang selama digunakan kubu 02," sebut dia.

Sandi Sebut Korupsi RI Memprihatinkan, TKN Minta Setop SandiwaraAce Hasan-Bil Wahid/detikcom
Ace menjelaskan proses persidangan MK transparan. Menurutnya, hampir tidak mungkin ada rekayasa, karena publik pun bisa mengetahuinya dengan jelas.

Politikus Golkar itu meminta BW sebaiknya fokus menyiapkan bukti-bukti persidangan. Sebab, kata Ace, selama ini kubu Prabowo-Sandi hanya sibuk bermain drama kecurangan tanpa didukung fakta.

"BW jangan sibuk bermain opini, fokus saja ke penyiapan bukti-bukti persidangan. Selama ini kubu 02 miskin dengan bukti hanya mengandalkan drama kalah karena dicurangi," kata Ace.

Ia pun menyinggung soal jabatan yang pernah diemban BW sebagai Wakil Ketua KPK. Menurut Ace, pernyataan BW yang seolah meragukan MK menjadi paradoks.


Alasannya, pemilihan pimpinan KPK dan hakim konstitusi sama-sama dipilih melalui DPR. Ace mengatakan seharusnya BW bercermin.

"Seharusnya BW berkaca pada diri sendiri apakah setiap orang yang dipilih dari lembaga negara itu betul-betul korup? Padahal dirinya juga menjadi bagian dari pimpinan KPK dipilih oleh lembaga DPR. Pernyataan BW menunjukan sikap yang skeptis dan tidak percaya kepada MK. Itu preseden yang sangat buruk," ujarnya.

"Belum apa-apa sudah menuduh yang tidak-tidak. Itu sama artinya kalau dia kalah dalam gugatannya ke MK, dia akan mengatakan bahwa MK itu korup. Padahal bisa jadi pasangan dalam hal-hal bukti-buktinya tidak memenuhi syarat atau tidak dapat menghadirkan saksi yang meyakinkan MK," tegas Ace.


Sebelumnya, BW menyinggung soal rezim korup saat mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di MK. Sandiaga menyebut saat ini kasus korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan.

"Ya kalau kita lihat dari jumlah kasus korupsi yang terus diungkap dan memprihatinkan ya. Ini merupakan kalau kata Pak Kwik Kian Gie bilang sudah stadium 4 korupsi di Indonesia ini," kata Sandiaga di Jl Cikupa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).
Sandiaga menilai penyataan dari Bambang Widjojanto soal rezim korup itu merupakan bentuk kekhawatiran dari masyarakat. Karena itu, Sandiaga menegaskan perilaku korupsi itu harus diperangi dan itu merupakan tanggung jawab semua warga negara.

"Kita ingin korupsi di bumi Indonesia kita perangi sampai akar-akarnya. Karena ini bukan kerja satu dua orang tapi ini kerja monumental kolosal untuk menghilangkan praktik-praktik korupsi, baik bidang politik usaha, pangan, dan sebagainya," ujarnya.


Simak Juga "Perlawanan Terakhir Prabowo-Sandi untuk Pilpres di Last Minute":

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/imk)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed