detikNews
Jumat 24 Mei 2019, 19:06 WIB

HT Berlogo PKS Jadi Barbuk Rusuh 22 Mei, Begini Klarifikasi PKS

Yulida Medistiara - detikNews
HT Berlogo PKS Jadi Barbuk Rusuh 22 Mei, Begini Klarifikasi PKS HT berstiker diduga lambang PKS, disita dari perusuh 22 Mei. (Foto: dok Instagram Polres Jakbar)
Jakarta - Pihak Polres Jakarta Barat mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku kericuhan massa aksi 22 Mei, salah satunya handy talkie (HT) yang diduga berstiker PKS. PKS DKI membantah menyuplai HT untuk pendemo tersebut.

"Nggak ada kita. Tapi mungkin kalau secara struktural nggak ada. Insyaallah yakin nggak ada," kata Ketua Fraksi PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi, Jumat (24/5/2019).



Suhaimi mengatakan tidak ada instruksi dari struktur internal PKS DKI untuk memberikan logistik terhadap massa pendemo. Suhaimi mengatakan harus mengecek terlebih dahulu HT yang diduga berstiker PKS itu.

"Saya tidak tahu. Kalau lambang itu kan harus dicek dulu," ujarnya.

Suhaimi meragukan barang bukti HT berstiker PKS yang disita. Menurutnya, stiker mudah dimanipulasi. Ia menegaskan tidak ada instruksi di kalangan internalnya untuk pendemo.

"Orang pakai stiker itu kan gampang sekali. Tapi kalau secara struktural insyaallah nggak ada instruksi-instruksi," sambungnya.



Lewat akun Instagram Polres Jakarta Barat, terdapat foto-foto barang bukti yang diamankan terkait kerusuhan di Petamburan, Jakarta Barat, 22 Mei kemarin. Di antara banyak barang bukti, terlihat ada HT berstiker PKS dengan angka 8.
View this post on Instagram

Polres Jakbar Amankan 183 Tersangka Kerusuhan Di petamburan, Rp 20 Juta dan Puluhan Amplop Disita Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya menangkap 183 orang yang diduga provokator dalam aksi penyerangan dan pembakaran di asrama Brimob Petamburan Jakarta Barat pada aksi 22 Mei. Mereka Diringkus Saat Insiden Kerusuhan Dan Pembakaran Diasrama Brimob Petamburan terjadi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 183 orang tersangka perusuh aksi 22 Mei 2019. Mereka ditangkap karena melakukan perusakan dan pembakaran. "Total tersangka yang kita tangkap sebanyak 183 orang,"ungkap Kombes Hengki, Kamis (23/05/19) Pelaku yang diamankan Berasal dari Luar Jakarta, sebanyak 41 Orang dari Banten, 13 dari Jawa Tengah, 27 Orang dari Jawa Barat, 11 orang dari Sumatera dan 51 dari jakarta Kombes Hengki menjelaskan, pihaknya juga dibantu anggota Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta dan para ulama untuk menghalau kelompok massa. Dalam upaya menghalau massa itu, kerusuhan pun pecah. Mereka yang tak terima dilarang membuat rusuh lalu melempari polisi dengan batu. "Perlu diketahui, kami dibantu ulama dan tokoh FPI, dan juga masyarakat sekitar untuk menghalau massa," ucap Hengki. Hengki mengidentifikasi massa berasal dari berbagai daerah. Yang jelas, para pelaku ini menurut Hengki sudah mempersiapkan untuk melakukan kerusuhan, membawa busur, dan bahan bakar. "Mereka mengincar properti-properti warga dan juga polisi hingga terjadi bentrokan," terang dia. polisi menyita barang bukti berupa Uang Tunai Rp 20 Juta, 92 unit Ponsel, 1 buah sarung, 1 per besi, 19 Amplop berisi uang Tunai, 7 buah Batu, 1 petasan Mercon, 2 buah Bom Molotof, 12 buah anak Panah, 1 buah Gunting, 1 bilah Golok, 1 buah Bambu Runcing. "yang ditemukan di lapangan, antara lain uang sebesar 20 juta tidak termasuk yang ada didalam amplop, Salah satu Amplop, dibuka isinya 100.000. Kemudian ada pasta gigi sebagai Persiapan ingin berhadapan dengan gas air mata atau petugas, dan juga Busur akan dibawa ke labfor. Menurut Informasi intelijen mengatakan ada zat beracun," @dkiinfo @jktinfo @hengki.haryadi #22mei

A post shared by Polres_Jakbar (@polres_jakbar) on May 23, 2019 at 5:52am PDT



Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat menyita sejumlah barang bukti terkait kerusuhan Rabu, 22 Mei 2019, di flyover Slipi, Jakarta Barat. Dua di antaranya molotov dan busur yang diduga dicampur dengan zat kimia.



"Ini busur akan kami bawa ke laboratorium. Karena, berdasarkan informasi intelijen, sebelum digunakan, (busur) dicelupkan zat tertentu. Akan kami cek," jelas Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/5).

Hengki mengatakan massa telah menyiapkan alat-alat tersebut untuk menyerang polisi yang bertugas mengamankan aksi. Selain busur, bom molotov diduga telah berisi suatu zat berbahaya.



Simak Juga 'Aksi 22 Mei Selesai, Kapolda Pastikan Jakarta Sudah Kondusif':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com