detikNews
Jumat 24 Mei 2019, 16:40 WIB

Pengurus Masjid Sunda Kelapa Nyatakan Tak Terkait Rusuh 21-22 Mei

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Pengurus Masjid Sunda Kelapa Nyatakan Tak Terkait Rusuh 21-22 Mei Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Sunda Kelapa, Ismed Hasan, dalam jumpa pers. (Zakia LF/detikcom)
Jakarta - Polisi menyebut Sunda Kelapa sebagai tempat berkumpulnya massa perusuh dari luar Jakarta sebelum beraksi pada 21-22 Mei 2019. Kini pengurus Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, menegaskan pihaknya tidak terkait dengan para perusuh itu.

"Dalam konteks keterkaitan dengan pengurus, insyaallah saya tegaskan tidak ada kaitannya," kata Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Sunda Kelapa, Ismed Hasan, di masjid ini, Jl Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).



Masjid ini terbuka bagi siapa pun yang hendak datang dan beribadah, termasuk yang hendak datang saat Ramadan. Masyarakat ramai berdatangan, tanpa bisa diketahui maksud tiap orang itu, apakah memang hendak beribadah atau yang lain.

"Rasanya sulit bagi siapa pun untuk tahu apa motif dari masing-masing jemaah ada di sini karena masifnya kehadiran jemaah. Karena, malam itu iktikaf, konsen untuk ibadah," kata Ismed.

Perihal pernyataan polisi bahwa tempat ini menjadi titik kumpul massa sebelum merusuh di Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Barat, Ismed mengatakan itu berada di luar kewenangan pengurus masjid. Ismed juga menegaskan netralitasnya dalam isu Pilpres 2019, tidak berpihak ke Jokowi-Ma'ruf Amin ataupun ke Prabowo-Sandiaga Uno.



"Bahwa ada teman-teman dari daerah yang memanfaatkan itu untuk transit itu di luar kewenangan kami, kami Pengurus Masjid tak terlibat 01 dan 02. Kami netral. Masjid ini bukan milik ormas, ini masjid yang jadi rujukan banyak pihak untuk beribadah," kata dia.

Dijelaskan Ismed, masjid ini milik Pemerintah DKI Jakarta Pusat. Pengurusnya diangkat pemda dan wali kota melalui persetujuan Gubernur Jakarta. Ismed sendiri sudah dua periode duduk di kepengurusan Masjid, yakni sejak 2004. Letak masjid ini juga dijaga betul keamanannya.

"Kewaspadaan keamanan selalu kami tekankan di sini karena 24 jam dijaga Marinir kita minta ikut pengamanan masjid karena sangat sensitif 50 meter dari kediaman Wapres. Harus diamankan," kata Ismed.



Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjelaskan ada ratusan pelaku yang merusuh pada 21 hingga 22 Mei 2019. Para perusuh banyak yang berasal dari daerah luar Jakarta dan berkumpul di Sunda Kelapa. Polisi tak menyebut lebih jelas, apakah Sunda Kelapa yang dia maksud adalah masjid di Menteng Jakarta Pusat atau Sunda Kelapa yang lain. Di Sunda Kelapa, massa dari luar Jakarta bertemu seseorang untuk merencanakan penyerangan asrama polisi di Petamburan.

"Kemudian para tersangka ini yang tadi disuruh itu, itu berasal dari luar Jakarta, dari luar Jakarta, dan kemudian dari Jawa Barat, dia kemudian datang ke Sunda Kelapa, Sunda Kelapa di sana, ketemu beberapa orang di sana. Sedang kita gali siapa orang yg ditemuinya, dan kemudian merencanakan, merencanakan menyerang asrama polisi di Petamburan. Ini ada barang buktinya, ada rekamannya. Jadi sudah di-setting untuk melakukan penyerangan ke asrama polisi di Petamburan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/5/2019).


Simak Juga 'Sosok-sosok dan Pengakuan Pelaku Kerusuhan 22 Mei di Petamburan':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed