detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 18:37 WIB

Bupati Klungkung Bali Mundur dari Partai Gerindra

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bupati Klungkung Bali Mundur dari Partai Gerindra I Nyoman Suwirta-Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Denpasar - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan mundur dari Partai Gerindra. Pengunduran diri itu disampaikan lewat sebuah surat yang diterima Ketua Bidang OKK DPC Gerindra Klungkung I Ketut Juliarta.

"Iya benar, diterima tadi pukul 14.30 WITA di DPC. Yang menyerahkan utusannya dia," kata Juliarta kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Juliarta menjelaskan surat pengunduran diri itu ditandatangani Suwirta tertanggal 23 Mei 2019 di atas materai. Dalam surat pengunduran diri itu juga disertakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra.


Di dalam surat, Suwirta menuliskan alasannya mengundurkan diri. Apa itu?

"Alasannya mau fokus menyelesaikan tugasnya sebagai bupati," ujarnya.

Dia mengatakan surat itu rencananya bakal diserahkan ke Ketua DPC Gerindra Klungkung Wayan Baru pada Jumat (24/5). Juliarta pun menyerahkan keputusan pengunduran diri Suwirta ke tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

"Ya nanti urusannya dengan pimpinan kami, induk partai. Saya serahkan ke Ketua DPC dan Ketua DPD. Saya hanya menerima saja," kata Juliarta.


Juliarta menambahkan mundurnya Suwirta sudah tertebak oleh beberapa rekan di tingkat DPC. Ditambah lagi beberapa kader juga kecewa karena Suwirta dinilai kurang berjuang mempertahankan suara Gerindra di Klungkung.

"Kita semua sudah membaca, tahulah bahwa akan ada mengundurkan diri gitu. Dari sebelum pemilu setelah pilkada,
indikasinya begitu (mundur)," terangnya.

"Kita dapat 8 kursi, cuma sisanya nggak kayak dulu. Itulah kekecewaan temen-temen. Dia nggak bergerak. Kalau seorang bupati yang mempertahankan kadernya mesti berjuanglah, ketua dewan itu strategis itu untuk semua programnya dia," urai Juliarta.

Bupati Klungkung Bali Mundur dari Partai GerindraFoto: Surat pengunduran diri Suwirta (Aditya/detikcom)


Sebelum Suwirta mundur, dia juga sempat didepak dari grup WhatsApp DPC Gerindra Klungkung. Juliarta menampik alasan 'menendang' Suwirta karena bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 22 April 2019 lalu.

"Di-kick grup bukan karena ketemu Jokowi, saya sendiri yang mengeluarkan dia setelah pemilu tanggal 18 (April) malam, habis itu ketemu Jokowi itu tanggal 22 (April). Cuma diplintir aja," ujarnya.


Meski begitu, Juliarta mengaku legawa dengan keputusan Suwirta. Dia pun tak merasa kehilangan sosok salah satu Dewan Pembina DPD Gerindra Bali itu.

"Legawa, karena itu haknya beliau mau mundur, mau apa, yang penting kita mau berjuang. Kita lebih seneng yang militan, yang setia, kalau dia merasa nggak pas ya sudah," kata dia.

detikcom sudah menghubungi Suwirta melalui pesan singkat namun belum mendapat respons. Saat ini Suwirta disebutkan masih menjalani pengobatan di Singapura terkait penyempitan saraf.
(ams/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed