detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 17:17 WIB

TKN Sebut Prabowo Cuci Tangan dan Ambigu soal Aksi 22 Mei

Lisye Sri Rahayu - detikNews
TKN Sebut Prabowo Cuci Tangan dan Ambigu soal Aksi 22 Mei Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seolah-olah cuci tangan pada kerusuhan aksi 22 Mei kemarin. Hal itu dinilai karena Prabowo-Sandi menyatakan tidak bertanggungjawab atas peristiwa itu.

"Sementara di sisi lain berusaha cuci tangan dengan menyatakan tidak bertanggungjawab terhadap peristiwa 21 dan 22 Mei kemarin," ujar Direktur Program Aria Bima di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).



Aria mengatakan tugas seorang pemimpin adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Namun Aria menilai Prabowo-Sandi bersikap ambigu karena Prabowo juga dinilainya mendelegitimasi hasil pemilu dan mendorong pendukungnya melakukan aksi menyuarakan protes terhadap kecurangan.

"Dalam saat sepenting ini, tugas kaum pemimpin untuk menjaga persatuan di atas segalanya. Sikap ambigu yang ditunjukkan Prabowo-Sandi, satu pihak mendelegitimasi hasil pemilu, mendorong pendukungnya untuk bergerak demo di jalanan dengan narasi kecurangan pemilu," lanjut Aria.



Meski demikian, Aria mengatakan TKN mendorong paslon 02 itu bersikap konsisten dalam menempuh jalur konstitusional. Serta tidak menunjukkan sikap yang ambigu.

"Ini penting bagaimana TKN mendorong Pak Prabowo-Sandi konsisten dalam sikap mendukung jalan konstitusional. Jangan bermain dua kaki dan jangan menunjukkan sikap ambigu," lanjut Arya.

Dikatakan Aria, TKN akan mengapresiasi sikap Prabowo apabila menyelesaikan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi. Mengingat sebelumnya tim Prabowo menyatakan tak ingin menempuh jalur konstitusional.



"TKN tetap menghargai sikap upaya konstitusi Prabowo dan Sandi lewat proses gugatan sengketa pemilu di MK. Kenapa? Karena sebelumnya tim BPN Prabowo- Sandi tak ingin tindaklanjuti berbagai hal yang ditemukan di dalam asumsi dugaan kecurangan ke Bawaslu dan ke MK," tututnya.

Pada 21 Mei dini hari, Prabowo berpesan agar aksi 22 Mei digelar secara damai sesuai dengan aturan. Prabowo menegaskan aksi terkait hasil Pilpres 2019 bukan makar, melainkan bersuara atas dugaan kecurangan pemilu. Bila ada yang rusuh, pelaku rusuh itu bukan dari pendukungnya.

"Jadi Saudara-saudara, kami dapat laporan ada banyak isu-isu, katanya ada yang mau bikin aksi kekerasan, itu bukan pendukung-pendukung kami. Dan itu bukan sahabat-sahabat saya, bukan sahabat-sahabat kami. Sekali lagi, apa pun tindakan, lakukan dengan damai," ujar Prabowo dalam video yang disampaikan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Selasa (21/5) dini hari.

Selain itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum mengayomi seluruh rakyat Indonesia dengan suasana kekeluargaan.
(lir/dnu)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed