detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 16:52 WIB

Kirim Surat ke Istana, Pria Pengancam Penggal Jokowi Minta Maaf

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kirim Surat ke Istana, Pria Pengancam Penggal Jokowi Minta Maaf Surat minta maaf dari Hermawan Susanto ke Jokowi. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Hermawan Susanto (HS), tersangka yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi), menulis surat permintaan maaf yang dikirim untuk Jokowi. Dia berharap Jokowi memaafkannya.

Surat permintaan maaf itu ditulis langsung oleh HS di selembar kertas dengan meterai yang dibubuhi tanda tangannya. Surat itu dikirim oleh tim kuasa hukum HS ke Istana Kepresidenan dan ditujukan langsung untuk Presiden Jokowi.

"Saya, Sugiarto, adalah penasihat hukum dari Hermawan yang kemarin tanggal 10 Mei 2019 melontarkan ucapan yang tidak sepantasnya, tidak sepatutnya, sehingga pada kesempatan yang baik ini kita akan menyampaikan surat kepada yang mulia, kepada Bapak Haji Presiden Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia untuk memohon maaf," kata pengacara HS, Sugiarto Atmowijoyo, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dalam surat tersebut, HS berharap Presiden Jokowi sudi memaafkannya. HS tidak bermaksud mengancam akan memenggal kepala Jokowi.
Kirim Surat ke Istana, Pria Pengancam Penggal Jokowi Minta MaafPengacara HS bernama Sugiarto Atmowijoyo dan Sugiarman memegang surat permintaan maaf HS dan ayah HS ke Jokowi. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
"Harapan kita surat ini bisa sampai ke beliau dan beliau bisa memaafkan, bermurah hati untuk memaafkan dan selanjutnya kita tetap siap melakukan proses hukum," ungkap Sugiarto.

Selain HS, ayah kandung HS, Budiarto juga menulis surat yang sama dengan HS. Kedua surat itu dikirim ke Istana pada hari ini.


"(Surat dikirim) Melalui perantaranya adalah kuasa hukumnya. Terus surat itu langsung kepada yang terhormat Bapak Jokowi. Ya saya kirim ke Istana soalnya saya mau kirim langsung ke sana nggak sempat," ungkap Sugiarto. Surat dikirim lewat jasa pengiriman.

Sugiarto menyebut kliennya tidak berniat secara langsung untuk mengancam Presiden Jokowi. Ia mengatakan saat itu HS hanya spontan mengucapkan nada ancaman tersebut.
Kirim Surat ke Istana, Pria Pengancam Penggal Jokowi Minta MaafSurat minta maaf ke Jokowi. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
"Kalau kami menilai (dugaan pasal yang diterapkan polisi) tidak memenuhi unsur karena belum ada permulaan, belum ada niat. Inikan Hermawan melontarkan pernyataan itu spontan saja saat demo sehingga terbawa riuhnya suasana itu, tetapi soal niat, soal permulaan membunuh Presiden atau hal-hal lain itu nggak ada sehingga kami nilai sangkaan ini tidak memenuhi unsur sebetulnya," ungkap Sugiarto.


Sebelumnya diketahui, Hermawan ditangkap polisi setelah videonya tersebar di media sosial. Dalam video itu, dia tampak mengenakan topi dan mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

Video itu disebut diambil saat dirinya mengikuti demo di depan kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/5). Video tersebut kemudian viral.

Atas dasar video itu, polisi menetapkan Hermawan sebagai tersangka dan saat ini Hermawan masih ditahan oleh polisi. Hermawan dijerat dengan Pasal 104, 110, 336 KUHP dan 27 ayat 4 UU ITE.

(sam/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed