detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 13:36 WIB

Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Bersenjata Jaga Titik Rawan di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Bersenjata Jaga Titik Rawan di Bekasi Ilustrasi polisi (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Bekasi - Polres Metro Bekasi Kota memperketat keamanan jelang aksi 22 Mei. Polisi bersenjata disiagakan di lokasi rawan.

"(Polisi) bersenjata. Titiknya pada rawan gangguan kamtibmas," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto lewat pesan singkat, Selasa (21/5/2019).

Polisi akan ditempatkan di titik-titik yang sering dilalui massa untuk pergi ke Jakarta, di antaranya Terminal Bekasi, Stasiun Bekasi, Gerbang Tol Bekasi Barat, Gerbang Tol Bekasi Timur, dan Gerbang Tol Jatibening.


"(Juga dilakukan giat) patroli gabungan TNI, Satpol PP dan kami melakukan operasi cipkon (cipta kondisi) di perbatasan," ujar Indarto.

Polisi akan melakukan razia terhadap para pengendara dan penumpang. Penggeledahan barang dilakukan untuk menemukan senjata tajam sebagai antisipasi hal-hal yang tak terduga terkait aksi 22 Mei, besok.

Penjagaan ketat juga dilakukan polisi di wilayah Kabupaten Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma, menyebut polisi yang berjaga dipersenjatai lengkap.


"Iya pakai senjata lengkap tapi kita tidak menggunakan peluru tajam ya," ujar Candra.

Polres Metro Bekasi juga melakukan pengamanan di wilayah Kabupaten Bekasi saat pengumuman KPU tersebut. Ada 3 lokasi yang menjadi fokus pengamanan polisi pada 22 Mei nanti.

"Objek vital, pusat pembelanjaan, gerbang tol kita amankan," ujar Candra.


Polres Metro Bekasi telah bersiaga mengamankan Kabupaten Bekasi menjelang pengumuman resmi KPU. Total ada 1.278 personel gabungan dari TNI-Polri dan dibantu Satpol PP yang akan mengamankan kegiatan masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Candra mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi tidak ke Jakarta saat pengumuman KPU pada Rabu, 22 Mei 2019. Polisi mengingatkan adanya kerawanan ancaman terorisme saat pengumuman hasil Pemilu 2019.

"Kita imbau jangan (ke) Jakarta ya, rawan itu. Nggak tahu juga kalau kelompok terorisnya masih aktif apa nggak," kata Candra.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed