detikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:42 WIB

Permadi Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi Video Viral Revolusi

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Permadi Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi Video Viral Revolusi Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya memanggil politikus Gerindra Permadi. Permadi dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait video seruan 'revolusi' yang viral di media sosial.

"Jadi tadi bersifat klarifikasi untuk menanyakan daripada apa yang beliau sampaikan di video tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Ada dua agenda pemanggilan terhadap Permadi siang tadi. Yang pertama, Permadi diundang untuk memberikan klarifikasi terkait video viral soal ucapannya terkait 'revolusi'.

"Ada dua laporan polisi yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya berkaitan ucapan hate speech yang dilakukan Pak Permadi yang videonya viral dan kemudian tadi jam 10.00 WIB menghadiri panggilan Krimsus," kata Argo.

Agenda kedua, Permadi datang ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. Permadi dimintai keterangan sebagai saksi untuk Eggi Sudjana.



"Iya sama ya, beliau juga dipanggil sebagai saksi kasus Pak Eggi Sudjana di situ," kata Argo.

Permadi hadir di Polda Metro Jaya siang tadi dengan didampingi tim pengacaranya. Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan setelah pemeriksaan di Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Permadi mengatakan ucapan 'revolusi' itu dia sampaikan di ruangan pimpinan DPR, yakni Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Begini, saya ngomong di DPR selaku anggota lembaga pengkajian MPR, selaku Dewan Pembina Gerindra. Saya diundang Fadli Zon untuk mendampingi berbicara di depan forum rektor, pembicaraan itu bersifat terbatas dan tertutup," jelas Permadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Namun kemudian pembicaraan itu terekam video dan tersebar di media sosial. Permadi merasa heran bagaimana pembicaraan itu bisa 'bocor' ke publik.

"Karena itu saya tidak tahu kalau dibuat video, disebarluaskan mungkin untuk menjerumuskan saya, saya nggak tahu," kata Permadi.



Simak Juga 'Tersandung Banyak Kasus, Permadi Tetap Santai':

[Gambas:Video 20detik]





(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed