DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 11:58 WIB

Jihad 22 Mei Batal, TKN: Kalau Bikin Tur Jangan yang Seram-seram

Tsarina Maharani - detikNews
Jihad 22 Mei Batal, TKN: Kalau Bikin Tur Jangan yang Seram-seram Foto: Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Tur jihad tujuan Surabaya-Jakarta yang digadang akan ikut dalam aksi people power pada 22 Mei 2019 disebut batal lantaran sepi peminat. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut gerakan tersebut memiliki nama yang menakutkan.

"Itulah makanya bikin paket tur itu namanya jangan yang seram-seram," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019).
Arsul menyarankan nama yang lebih cocok untuk gelaran tur serupa. Menurut dia, sebaiknya tujuan tur itu juga bukan untuk ikut aksi unjuk rasa.

"Namanya itu yang biasa sajalah. 'Tur Ramadhan' atau 'Ziarah Ramadhan' ke Masjid Istiqlal dan Luar Batang. Itu kan lebih menarik," ucap politikus PPP itu.

"Jadi memang tujuannya itu tadi, ziarah Ramadhan. Kalau pun ada unjuk rasa ya, lihat saja jangan ikutan unjuk rasanya," imbuh Arsul.

Sebelumnya, seorang pria asal Surabaya Muhammad Roni mengadakan tur jihad dengan tujuan Surabaya-Jakarta. Tur tersebut rencananya berangkat pada 19 Mei pukul 06.00 WIB dan pulang 23 Mei. Namun, mendadak tur jihad tersebut batal.

"Melihat kondisi yang begitu memanas tur jihad ini sudah dibubarkan, dan yang mendaftar pun hanya minim sehingga dibubarkan dan tidak ada kita keberangkatan ke Jakarta," kata Roni di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (19/5).


Roni mengatakan tur itu hanya untuk refreshing dan jalan-jalan saja. Roni menegaskan tur jihad ini tak akan mengikuti demontrasi atau aksi people power, namun murni hanya ingin Refreshing. Saat ditanya alasannya menggunakan kata jihad, Roni mengaku kata jihad tak selalu bermakna perang.

"Kalau kata-kata jihad, jihad kan kalau di dalam Islam bukan diartikan perang, kita mencari nafkah saja jihad, untuk menafkahi anak istri kita, jadi kata jihad itu bikan dikatakan kita udah berani mati, ndak," lanjutnya.


Simak Juga "Polisi Tetap Antisipasi Gangguan Lain di Aksi 22 Mei":

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed