detikNews
Jumat 17 Mei 2019, 15:12 WIB

OSO vs Wiranto karena Hanura Gagal, Inas Singgung Upaya 'Makar' Sudding

Jabbar Ramdhani - detikNews
OSO vs Wiranto karena Hanura Gagal, Inas Singgung Upaya Makar Sudding Inas Nasrullah Zubir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menguak penyebab kegagalan partainya melenggang ke DPR. Inas menuding petaka tersebut bermula dari upaya 'makar' yang dilakukan eks Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding.

"Upaya makar yang dilakukan oleh Suding dkk di awal tahun 2018 yang lalu dengan menyelenggarakan munaslub adalah awal petaka bagi Hanura karena menjadi sumber perpecahan partai dari atas hingga ke akar rumput, sehingga soliditas partai tidak lagi dapat dipertahankan dan konstituen pun akhirnya lari. Jadi tidak heran jika kursi Hanura hilang di berbagai daerah dan bahkan gagal menuju Senayan," ujar Inas kepada wartawan, Jumat (17/5/2019).



Inas mengungkapkan Sudding saat itu memberontak dan berupaya menggulingkan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Bahkan, kata Inas, upaya makar dari Sudding itu seolah dibenarkan dan didukung oleh Wiranto, yang saat itu telah turun dari takhta Ketum Hanura.

Seperti diketahui, aksi pemberontakan itu disebabkan Sudding cs menilai kepemimpinan OSO arogan. Menggelar munaslub, kubu 'Ambhara' yang dimotori Sudding pun lantas memecat OSO dan menetapkan Daryatmo sebagai ketum. Pihak OSO tak terima, lalu balik memecat Sudding dan kader Hanura yang melakukan perlawanan.

Masalah kepengurusan partai itu kemudian berlanjut di meja hijau. Keputusan terakhir, PTUN menyatakan kepemimpinan Hanura kembali dengan Ketum OSO dan Sekjen Sudding. Namun kubu OSO tidak mengakuinya dan masih mengajukan banding. Hingga akhirnya, Sudding dan sejumlah kader yang melawan berpindah partai.

"Seharusnya hal ini tidak akan terjadi jika Pak Wiranto pada saat itu tidak mencla-mencle dalam menyikapi dinamika di Partai Hanura pada saat itu. Kalau kita baca di beberapa media pada saat itu, narasi yang disampaikan oleh Wiranto kadang membenarkan tindakan Suding dkk dan kadang mengatakan bahwa Ketum Hanura tetap Bang OSO, padahal sikap yang ditunjukkan oleh Wiranto tersebut jelas-jelas mengkhianati kesepakatan serah-terima Ketua Umum Hanura dari Wiranto kepada Bang OSO, yakni membesarkan Hanura dan memenangkan Pileg 2019," tuturnya.



Karena itu, menurut Inas, tidaklah salah jika kemudian OSO menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura lolos ke DPR di Pileg 2019. Sebab, menurut dia, Wiranto memiliki andil dalam kegagalan partai yang berdiri sejak 2006 itu.

"Jika saja pada saat itu Wiranto tegas dan lugas menolak munaslub yang diselenggarakan oleh Suding dkk dan meminta kader-kader Hanura untuk tetap solid dan loyal kepada ketua umumnya, yakni Bang OSO, maka Hanura tidak akan pecah seperti sekarang ini, dan konstituen pun tidak akan lari dari Hanura! Padahal sebagai mantan Panglima ABRI dan Menkopolhukam, Pak Wiranto seharusnya sangat paham bahwa membiarkan Partai Hanura pecah pada awal tahun 2018, di saat pemilu legislatif sudah dekat, adalah strategi yang sangat buruk! Atau jangan-jangan justru ini merupakan strategi Pak Wiranto untuk menjatuhkan Bang OSO? Who knows?" ujar Inas.

Sebelumnya, gagalnya Hanura lolos ke DPR membuat OSO menyalahkan Wiranto. Wiranto kemudian menolak disalahkan, tapi mengungkap kesalahannya yang lain. Menurut Wiranto, kesalahannya hanyalah menunjuk OSO menjadi Ketua Umum Hanura.


Bawaslu Tetapkan KPU Langgar Tata Cara Input Situng:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed