detikNews
Jumat 17 Mei 2019, 14:55 WIB

Jalur Lintas Timur Sumatera Ditargetkan Bisa Digunakan Mudik

Raja Adil Siregar - detikNews
Jalur Lintas Timur Sumatera Ditargetkan Bisa Digunakan Mudik Kepala BBPJN wikayah V Kiagus Syaiful Anwar. (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V menargetkan Jalan Lintas Timur Sumatera bisa digunakan untuk mudik lebaran 2019. Kepala BBPJN wikayah V Kiagus Syaiful Anwar menyebut perbaikan jalan sudah dilakukan sebanyak 1.900 dari total 2.500 lubang.

"Dari total 410,7 Km di lintas timur dan belum kerjakan tersisa 600 lubang lagi. Saya optimistis bisa selesai sebelum H-10 lebaran. Apalagi jalan lintas timur adalah urat nadi jalur mudik Sumatera," kata Syaiful saat pemaparan kesiapan mudik lebaran, Jumat (17/5/2019).

Syaiful mengatakan pengerjaan jalan lintas timur yang menghubungkan dari batas Jambi hingga perbatasan Lampung itu masih sebatas menutup lubang serta merawat saluran air. Mengingat kontrak perbaikan jalan di Lintas Timur Sumatera sudah dua kali batal.

"Saya jelaskan mengapa jalan lintas kita masih rusak, itu karena sudah 2 kali kita batal kontrak. Saya juga iri melihat jalan lintas Lampung, Jambi, Riau sampai ke Sumbar itu bagus. Tetapi perlu diketahui bahwa mereka sudah kontrak sejak dari 2018 lalu," kata Syaiful.



Terkait kerusakan jalan lintas di Sungai Lilin yang menyebabkan banyak mobil tumbang, Syaiful menyebut sudah mulai diperbaiki. Bahkan jalan tersebut saat ini tidak lagi berlubang dan telah siap dilalui pemudik.

"Untuk jalan yang ramai kemarin rusak, lubang besar-besar sudah diperbaiki. Perbaikan masih secara struktural dulu sebelum kontrak, jadi untuk jalan lintas timur sepanjang 410,7 Km kita perbaiki pakai dana APBN. Sekitar Rp 9,5 miliar," kata Syaiful lagi.

Selain melakukan perbaikan di sejumlah titik mulai dari Lampung sampai Jambi, Syaiful turut membeberkan alasan jalan rusak parah. Menurutnya semua karena faktor beban kendaraan yang melintas hingga drainase yang buruk.

"Kerusakan jalan perbatasan Jambi itu karena drainase yang tidak baik. Tetapi yang lebih penting adalah faktor beban kendaraan melebihi tonase, bayangkan kendaraan yang melintas itu di atas 30 ton, ini faktor utama," kata Syaiful tegas.



Untuk perbaikan secara permanen dan total, Syaiful mengaku baru akan dapat dikerjakan setelah selesai kontrak Juni mendatang. Di mana penawaran baru dilakukan pada 28 Mei.

Dengan begitu, perbaikan sudah pasti tidak akan dapat dilakukan sebelum mudik lebaran. Melainkan baru dapat dilakukan pada 28 Juni setelah kontrak selesai.

"Mudah-mudahan tidak batal lagi untuk kontrak ketiga ini. Rencana tanggal 28 alan ada kontrak, kenapa kemarin bisa sampai 2 kali batal? Itu karena kontrak di atas Rp 100 miliar harus persetujuan Menteri PUPR," katanya.

"Walau tidak diperbaiki total, tapi semua lubang saya pastikan tidak ada. Lubang kita tutup sementara dan kami bersiaga 24 jam selama arus mudik lebaran tahun ini. Untuk mudik nanti sudah aman, tapi memang kurang nyaman karena hanya ditambal saja," tutup Syaiful.
(ras/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com