detikNews
2019/05/17 07:29:56 WIB

Fakta-fakta Penganiayaan Kejam PRT di Bali karena Gunting Hilang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Fakta-fakta Penganiayaan Kejam PRT di Bali karena Gunting Hilang Foto: Istimewa
Bali - Hanya perkara gunting hilang, nyawa Eka Febriyanti (21), terancam. Nasib nahas itu dialami perempuan asal Jember, Jawa Timur, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Desak Made Wiratningsih, Gianyar, Bali pada 7 Mei lalu.

Eka kerap mengalami kekerasan fisik hingga psikis. Kepala hingga tubuhnya disiram air mendidih sebanyak dua panci serta tak digaji selama bekerja untuk Desak Made Wiratningsih. Beruntung, Eka berhasil kabur dari rumah Desak Made Wiratningsih dengan cara melompati pagar dan mencari bantuan. Oleh kenalannya, Eka kemudian dibantu melaporkan perbuatan keji Desak ke polisi.

Saat ini Polda Bali sedang menyidik kasus penganiayaan tersebut. Sementara Eka telah menjalani perawatan medis di RS Trijata Polda Bali karena tubuhnya menderita luka bakar. Berikut fakta-fakta dari kasus penganiayaan Eka yang dirangkum detikcom.

1. Eka Laporkan Majikan, Sekuriti dan Adiknya ke Polisi

Eka mengaku puncak ketakutan dirinya berada di dalam rumah Desak Made Wiratningsih adalah saat dirinya diancam akan diguyur air mendidih lagi. Hal itu dikarenakan Eka tak kunjung menemukan gunting besi milik Desak yang hilang.

Penyiraman tak hanya dilakukan majikannya. Kadek Erik Diantara yang merupakan sekuriti di rumah Desak pun turut menyiksa Eka dengan hal serupa. Yang lebih membuat Eka tak menyangka adalah adiknya, Santi Yuni Astuti, ikut menyiramnya dengan air mendidih.

"Iya (disiram air mendidih), sama adik, bos saya sama satpam. Kejadian pertama, disiram pakai panci besar tuh. Dua kali nganu air penuh dari kepala ditetesin, kepala, badan belakang, ini tangan, paha, semua," tutur Eka sambil menitikkan air mata di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (15/5/2019).

Santi sendiri bekerja sebagai babysitter di rumah Desak.

2. Majikan dan Sekuriti Ditangkap Polisi

Tak sampai 24 jam setelah menerima laporan, Polda Bali langsung bergerak mengamankan Desak Made Wiratningsih, majikan yang telah menyiksa Eka. Polisi juga menangkap dua orang yang disebutkan turut menyiram Eka dengan air mendidih yaitu Kadek Erik Diantara (sekuriti) dan Santi Yuni Astuti (adik Eka).

Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku. Polisi mengungkap bahwa Eka terus disuruh mencari gunting dan disiram air panas secara berulang-ulang.

"Korban hanya bisa berteriak 'aduh panas-panas, ampun-ampuuuun' tapi mereka tidak peduli. Setelah itu korban disuruh membersihkan air panas yang tercecer di lantai kamar majikan tersebut dan mencari gunting tersebut lagi serta mengancam korban akan menyiram dua panci air panas lagi jika gunting tersebut tidak ketemu, sehingga korban terpaksa melakukan perintah majikan, padahal badan sudah melepuh dan kesakitan," ucap Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan lewat pesan singkat kepada detikcom di Denpasar, Bali, Rabu (15/5/2019).

"Korban berusaha mencari-cari gunting lagi namun tidak ketemu sehingga sekitar pukul 22.00 Wita korban disuruh ke lantai atas di kamar majikan dan sampai di sana sudah ada Kadek Erik Diantara dan Santi Yuni Astuti, kemudian majikan korban menyuruh Kadek Erik Diantara dan Santi Yuni Astuti menyiram air panas dari dispenser yang ada di kamar tersebut ke tubuh korban dengan menggunakan gelas plastik berkali-kali sambil dimarahi dan disuruh berdiri dengan mengangkat tangan dan sebelah kaki kemudian disiram lagi, kejadian tersebut berlangsung sampai pukul 02.00 Wita," sambung dia.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com