DetikNews
2019/05/17 04:01:24 WIB

Round-Up

Poyuono Melenceng dari Orbit Gerindra

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Poyuono Melenceng dari Orbit Gerindra Foto: Arief Poyuono. (Dok Pribadi).
Jakarta - Waketum Gerindra Arief Poyuono dianggap telah melenceng dari instruksi partai Gerindra. Sebab, beberapa pernyataan Poyuono kerapkali berseberangan dengan sikap resmi partai Gerindra. Dari mulai soal pengusiran Partai Demokrat dari Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi hingga soal ajakan 'tolak pajak'.

Arief Poyuono mengajak agara para pendukung Prabowo-Sandi yang kecewa dengan Pilpres 2019 agar menolak membayar pajak. Menurut dia, menurut dia menolak membayar pajak adalah hak masyarakat yang tidak mengakui pemerintah.

"Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019," kata Poyuono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (15/5) kemarin.

Namun, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menegaskan bahwa ajakan Poyuono untuk menolak bayar pajak bukan instruksi Partai Gerindra. Menurutnya, pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi.

"Arief Poyuono itu cenderung pendapat pribadi," kata kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Bahkan, Desmond mengibaratkan sejumlah pernyataan kontroversial Poyuono itu ibarat api yang membakar.

"Jadi kita tidak membakar sesuatu, melainkan ada bangunan yang kita jaga, yakni persoalan persatuan dan kesinambungan bangsa ini. Kalau Arief Poyuono kan kesannya membakar," kata Desmond.

Sebelumnya, Poyuono juga sempat mengusir Partai Demokrat dari Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo-Sandi. Bahkan dia menyebut Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seperti serangga undur-undur.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kaya serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala," ucap Poyuono, Minggu (12/5).

Menurut Poyuono, Demokrat tak punya pengaruh dalam upaya pemenangan Prabowo. Dia memandang kehadiran Demokrat justru menurunkan suara pasangan 02 itu.

"Monggo keluar saja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara, lo," ucap dia.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed