DetikNews
2019/05/16 22:46:31 WIB

Round-Up

Ada Rahasia di Pertemuan 'The Next Leaders'

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ada Rahasia di Pertemuan The Next Leaders Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Pertemuan tertutup antara sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional di Bogor menjadi sorotan publik. Pertemuan tersebut dinilai sebagai sebuah pertemuan yang positif untuk membangun kebersamaan pascapilpres. Namun pertemuan ini juga digadang-gadang sebagai pertemuan rahasia di antara para 'the next leaders' atau para pemimpin masa depan.

Pertemuan itu diinisiasi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Turut hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Selain itu, ada Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, serta Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



Bima Arya mengatakan pertemuan tertutup itu diisi dengan pembicaraan tentang bagaimana membangun Indonesia yang damai. Selain itu, pertemuan tersebut merupakan bagian dari cara membangun komunikasi yang baik di antara para tokoh.

"Pertama, kami semua hari ini dipersatukan oleh satu hal yang penting, kita cinta Indonesia dan kita cinta perdamaian. Kita ingin Indonesia damai. Seluruh pembicaraan tadi diwarnai energi yang sangat positif dan optimis bangun Indonesia dengan damai, cara kebersamaan dengan bangun komunikasi," ucap Bima kepada wartawan seusai pembicaraan tertutup dengan kepala daerah dan tokoh di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor, Rabu (15/5/2019).

Selain itu, Bima menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dibahas soal kondisi Indonesia pascapilpres. Dia menegaskan, semuanya sepakat untuk mendorong agar semua proses sengketa pemilu dapat diselesaikan dalam koridor hukum.

"Kedua, kita diskusi kondisi Tanah Air pascapilpres. Semangat kita sama. Bagaimana agar proses yang ada kita hormati, kita berikan tempat pada koridor hukum, sembari komunikasi satu sama lain pererat silaturahmi," kata Bima.

"Selama hari jelang 22 Mei, terus kokohkan kebersamaan, minimalkan ruang timbulkan perpecahan. Kita sepakat, mari berikan ruang terhormat pada proses hukum. Kita menunggu proses berjalan sesuai konstitusi sehingga 22 Mei kita hormati sebagai proses konstitusi. Kalau ada yang berbeda, harus serahkan ke proses hukum yang berlaku di Indonesia," tutur Bima.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed